Jadi Agen BRILink, Pemuda Sungaiselan Ini Kini Jadi Pilihan Warga Bertransaksi Keuangan
Fitriadi June 20, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Julia Rizki memilih jalan berbeda ketika banyak lulusan perguruan tinggi berlomba mencari pekerjaan di kota.

Pemuda berusia 27 tahun di Desa Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung ini justru mantap menjadi pelaku usaha di kampung halamannya sendiri.

Keputusan yang mungkin dianggap tidak lazim bagi sebagian orang itu kini membuahkan hasil.

Setiap hari, gerai BRILink miliknya menjadi tempat warga melakukan berbagai transaksi keuangan. Mulai dari transfer uang, tarik tunai, setor tunai hingga pembayaran berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kesibukan itu semakin terasa setiap Selasa dan Kamis. Sejak pagi, satu per satu warga berdatangan membawa kartu BRIZZI. Mereka datang untuk melakukan top up saldo yang digunakan membeli solar subsidi.

Tampak depan gerai pulsa dan BRILink milik Julia Rizki di Desa Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (20/6/2026).
Tampak depan gerai pulsa dan BRILink milik Julia Rizki di Desa Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (20/6/2026). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Di Bangka Belitung, pembelian solar subsidi memang diwajibkan menggunakan Fuel Card yang diterbitkan Bank BRI dalam bentuk kartu BRIZZI.

Program tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, momentum itulah yang membuat gerai Julia selalu ramai.

"Kalau Selasa dan Kamis bisa lebih dari 50 orang yang datang untuk top up BRIZZI," kata Julia saat ditemui Bangkapos.com di tokonya di Desa Sungaiselan, Sabtu (20/6/2026).

Rata-rata, setiap kartu diisi saldo sekitar Rp410 ribu. Tak sedikit pula yang melakukan pengisian dengan nominal lebih besar.

Bila dihitung, transaksi top up BRIZZI saja dalam sehari bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Namun keramaian gerainya tidak hanya terjadi pada hari-hari tertentu.
Di hari biasa, puluhan transaksi tetap dilayani Julia.

Warga datang silih berganti untuk mengirim uang, menarik tunai hingga berbagai transaksi perbankan lainnya.

Padahal, di kawasan tersebut sebenarnya sudah tersedia mesin ATM Bank Sumsel Babel. Letaknya pun tidak jauh karena Sungai Selan merupakan ibu kota kecamatan.

Meski demikian, keberadaan agen BRILink tetap menjadi pilihan masyarakat. Terlebih ketika ATM mengalami gangguan atau kehabisan uang tunai.

Dalam kondisi seperti itu, gerai Julia menjadi tumpuan warga.

Bahkan ketika ATM dalam kondisi normal sekalipun, banyak masyarakat yang lebih memilih datang ke tokonya.

"Entah kenapa, tapi yang pasti orang tidak mau ribet dan antre. Jadi kadang langsung datang ke saya saja untuk transaksi keuangan," ujarnya sambil tersenyum.

Kepercayaan masyarakat itulah yang membuat transaksi di gerainya terus tumbuh sejak menjadi Agen BRILink pada 2024.

Di balik aktivitasnya melayani warga, tersimpan cerita tentang pilihan hidup yang berbeda.

Julia merupakan lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Seperti kebanyakan sarjana muda lainnya, ia sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencari pekerjaan di berbagai tempat.

Namun ia memilih bertahan di desa dan mengembangkan usaha yang telah dirintis sejak 2022.

Baginya, menjadi pengusaha memberikan ruang yang lebih luas untuk berkembang sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

Pilihan itu kini mulai menunjukkan hasil. Dari usaha yang dijalankannya, termasuk sebagai Agen BRILink, Julia mampu mengembangkan aset produktif.

Jika sebagian anak muda seusianya berlomba membeli kendaraan baru atau menyiapkan rumah impian, Julia memiliki prioritas berbeda. Ia memilih membeli kebun sawit.

"Kalau beli mobil atau rumah belum ya. Saya lebih memilih beli kebun sawit dulu. Alhamdulillah dari BRILink jadi bisa memperbanyak usaha dulu," tuturnya.

Keuntungan yang diperoleh dari setiap transaksi memang tidak selalu besar.

Untuk transaksi nominal kecil, biaya jasa yang dikenakan sekitar Rp5 ribu. 

Sementara transaksi dengan nominal jutaan rupiah bisa mencapai Rp20 ribu.

Namun dari banyaknya transaksi yang terjadi setiap hari, usaha tersebut menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Lebih dari itu, keberadaan Agen BRILink juga menghadirkan kemudahan bagi masyarakat desa dalam mengakses layanan keuangan.

Warga tidak perlu lagi pergi jauh ke kantor bank atau mengantre lama hanya untuk melakukan transaksi sederhana.

Di tengah pesatnya perkembangan layanan digital, sosok seperti Julia menunjukkan bahwa transformasi layanan keuangan tetap membutuhkan sentuhan manusia.

Di desa di Kecamatan Sungai Selan, seorang pemuda memilih bertahan, membangun usaha, dan menjadi penghubung layanan perbankan bagi masyarakat sekitarnya.

Pilihan yang mungkin sederhana, tetapi telah menghadirkan manfaat bagi banyak orang, dan dari balik meja kecil gerai BRILink itu, Julia Rizki membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu harus dicari di kota besar. 

Kadang, ia justru tumbuh dari keberanian untuk tetap tinggal, membangun usaha, dan berkembang bersama desa sendiri.

Layanan Cepat dan Mudah

Sementara itu, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI Kantor Cabang Pangkalpinang, Turino, mengatakan jaringan Agen BRILink dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan cepat, mudah, dan dapat dijangkau dari lingkungan tempat tinggal mereka.

Di Kecamatan Sungai Selan sendiri, saat ini terdapat 12 Agen BRILink yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan.

Menurut Turino, kehadiran agen menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak selalu memiliki waktu atau kesempatan untuk datang langsung ke kantor bank.

"Melalui Agen BRILink, masyarakat bisa melakukan berbagai transaksi keuangan di desa mereka sendiri. Mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan hingga layanan perbankan lainnya dapat dilakukan dengan lebih mudah," ujarnya kepada Bangkapos.com, Sabtu (20/6/2026).

Ia menilai, keberadaan Agen BRILink juga memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar menghadirkan layanan transaksi.

Agen-agen yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal turut menggerakkan roda perekonomian desa. Semakin banyak masyarakat yang datang bertransaksi, semakin besar pula peluang usaha yang tumbuh di sekitar agen tersebut.

"Yang berkembang bukan hanya layanan perbankannya, tetapi juga usaha milik agen. Ini menciptakan efek ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat," katanya.

Turino mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir masyarakat semakin terbiasa memanfaatkan Agen BRILink sebagai pilihan utama untuk melakukan transaksi keuangan.

Selain lebih dekat, masyarakat juga merasa lebih nyaman karena bertransaksi dengan orang yang mereka kenal di lingkungan sekitar.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Agen BRILink terus berkembang dan mendapat kepercayaan masyarakat hingga ke pelosok desa.

"Kami berharap keberadaan Agen BRILink dapat terus memperluas akses keuangan masyarakat dan mendorong semakin banyak pelaku usaha desa yang tumbuh bersama layanan ini," ujarnya.

Harapan itu setidaknya tercermin dari perjalanan Julia Rizki di Sungai Selan.

Alih-alih meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di kota, ia memilih membangun usaha sendiri dan menjadi Agen BRILink bagi warga di sekitarnya.

Dari sebuah toko sederhana yang setiap hari melayani puluhan transaksi, Julia bukan hanya memperoleh sumber penghasilan. Ia juga menjadi bagian dari denyut aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Di tempat itulah warga menarik uang tunai, mengirim dana kepada keluarga, mengisi saldo BRIZZI untuk membeli solar subsidi, hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan keuangan lainnya.

Bagi banyak orang, itu mungkin hanya transaksi biasa.

Namun bagi warga Sungai Selan, kehadiran Agen BRILink seperti Julia membuat layanan perbankan terasa jauh lebih dekat, dan bagi Julia sendiri, pilihan untuk berwirausaha di desa telah membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu harus dicari di kota besar. 

Kadang, ia tumbuh dari keberanian melihat peluang di kampung halaman sendiri.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.