Zlatan Ibrahimović Kembali Bikin Thierry Henry Tercengang Setelah Sindiran Pedas untuk Alexi Lalas di Liputan Piala Dunia FIFA 2026 Fox Sports
Aurora Nightingale June 20, 2026 01:00 PM

Mantan penyerang Swedia itu kembali mencuri perhatian publik setelah menciptakan momen viral lainnya di studio Fox Sports, menjadikan rivalitas antar-pundit sebagai salah satu kisah tak terduga dalam Piala Dunia FIFA 2026.

Zlatan Ibrahimović sekali lagi menjadi sorotan utama dalam liputan Piala Dunia FIFA 2026 setelah melontarkan komentar tajam di siaran langsung yang membuat rekan analis Thierry Henry tampak kaget saat Fox Sports menyiarkan laga Grup D antara Amerika Serikat dan Australia.

Mantan kapten timnas Swedia tersebut dengan cepat muncul sebagai salah satu figur paling menonjol di turnamen ini di luar lapangan. Sejak bergabung dengan tim liputan Fox Sports bersama Thierry Henry, Alexi Lalas, dan pembawa acara Rebecca Lowe, Ibrahimović membawa kepercayaan diri, kecerdasan tajam, serta kepribadian tegas yang selama ini menjadi ciri khas kariernya di klub-klub besar seperti Barcelona, AC Milan, Paris Saint-Germain, Manchester United, dan Inter Milan.

Momen viral terbarunya terjadi menjelang kick-off di Seattle ketika Fox memulai siaran pertandingan Amerika Serikat melawan Australia, laga penting yang menentukan posisi di Grup D menuju babak 32 besar.

Balasan satu kata Zlatan yang mencuri perhatian
Pertukaran kata itu terjadi saat segmen pembuka siaran pra-pertandingan Fox. Tidak seperti biasanya, mantan kapten timnas Amerika Serikat Alexi Lalas tidak hadir di studio utama bersama Ibrahimović, Henry, dan Rebecca Lowe. Sebaliknya, Lalas ditempatkan di Seattle bersama Carli Lloyd, Clint Dempsey, dan Rob Stone untuk meliput langsung pertandingan tersebut.

Lalas telah lama dikenal sebagai salah satu figur paling menonjol—namun juga memecah opini—dalam media sepak bola Amerika, dengan sebagian penggemar kerap mengkritik gaya komentarnya yang blak-blakan.

Saat memperkenalkan panel, Lowe secara santai menyinggung ketidakhadiran Lalas.
“Teman-teman, Alexi meninggalkan kita!” ujarnya.

Tanpa ragu sedikit pun, Ibrahimović langsung menjawab dengan satu kata.
“Siapa?”

Ucapan itu segera memancing tawa di studio dan membuat Henry tampak terhibur. Lowe kemudian menjelaskan bahwa Lalas akan segera kembali bergabung dengan tim utama, yang membuat Henry bercanda dengan mengatakan bahwa mungkin Lowe sendiri yang merencanakan hal itu.
“Rencanamu berhasil,” kata Henry sambil tersenyum.

Lowe cepat menampik dugaan itu, tetapi Ibrahimović belum selesai. Menatap langsung ke kamera, mantan striker tersebut menambahkan kalimat yang segera menjadi viral di media sosial.
“Amerika, sama-sama!”

Momen itu langsung menjadi salah satu klip paling banyak dibagikan hari itu dan semakin memperkuat ketertarikan publik terhadap dinamika antara para pundit Fox selama turnamen.

Ketegangan yang meningkat antara Zlatan dan Lalas
Pertukaran terbaru ini mengikuti perdebatan panas di studio sebelumnya antara Ibrahimović, Lalas, dan Landon Donovan—mantan kapten Amerika Serikat sekaligus legenda USMNT—yang juga menjadi analis di Piala Dunia ini.

Perdebatan tersebut terjadi setelah kemenangan 3-1 Prancis atas Senegal di Grup I, ketika Donovan mengkritik permainan Prancis di babak pertama sebagai “arogan” dan “santai.”

Saat topik itu dibahas kembali di siaran Fox, Lalas menyinggung komentar Donovan dan berpendapat bahwa tim bertalenta tinggi kadang dianggap arogan karena rasa percaya diri mereka di lapangan.

Ibrahimović langsung menentang pendapat tersebut.
“Itu bukan arogansi, itu kepercayaan diri,” katanya.
“Orang bodoh akan menyebutnya arogansi, orang cerdas akan menyebutnya kepercayaan diri.”

Pernyataan itu langsung menarik perhatian Henry, mantan penyerang Arsenal dan Prancis, yang tampak tercengang dengan ketegasan jawaban Ibrahimović. Percakapan tersebut segera viral di berbagai platform media sosial.

Mengapa penonton menyukai gaya komentar Zlatan
Sebagian besar daya tarik Ibrahimović sebagai analis berasal dari keberaniannya untuk menantang pendapat orang lain secara langsung tanpa bergantung pada analisis televisi yang konvensional.

Banyak penonton juga membandingkan gayanya dengan Lalas, yang sering memecah opini karena pandangannya yang keras dan berani.

Baru-baru ini, Lalas juga terlibat dalam perdebatan di media sosial mengenai apakah orang Amerika sebaiknya menyebut olahraga ini sebagai “soccer” atau “football.”

Seorang penggemar mendesaknya untuk berhenti menggunakan istilah “soccer.”
“Alexi, kita perlu bicara soal kamu yang masih menyebut olahraga ini ‘soccer’. Ayo lah, kawan. Kamu bisa menjembatani perbedaan itu. Bahkan para pemain Amerika menyebutnya ‘football’ saat diwawancarai di luar negeri sebagai bentuk penghormatan.”

Lalas tetap pada pendiriannya dan menolak kritik tersebut.
“Ya… itu tidak akan terjadi,” jawabnya.
“Saya menyebutnya soccer. Saya bangga dengan itu. Saya tidak pernah minta maaf. Jika kamu tumbuh dengan menyebutnya soccer lalu berubah karena rasa tidak percaya diri atau keyakinan keliru bahwa itu membuatmu terlihat lebih autentik atau kredibel… itu tidak benar.
Itu justru memalukan. Membuatmu terlihat seperti peniru yang lemah.”

Dinamika di udara antara Ibrahimović, Henry, dan Lalas kini menjadi salah satu hiburan tambahan paling menarik di turnamen ini. Sementara Amerika Serikat telah memastikan tempat di babak 32 besar setelah mengalahkan Australia, sebagian besar diskusi pasca-pertandingan di dunia maya justru berfokus pada komentar satu kalimat terbaru dari Ibrahimović—dan para penggemar tampaknya berharap masih ada banyak momen serupa yang akan datang seiring berlanjutnya Piala Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.