Pegawai ASN Terseret dan Luka Parah Usai Dijambret, Korban Tewas Setelah 4 Hari Koma di Rumah Sakit
Eko Setiawan June 20, 2026 12:38 PM

TRIBUNBATAM.id, SURABAYA - Seorang Wanita yang bekerja sebagai ASN tewas mengenaskan usai mengalami musibah tragis.

Ia tewas usai menjadi korban jambret di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya pada Selasa (2/6/2026).

Usai jadinkorban jambret, korban sempat dirawat karena dia mengalami koma. Namun nasib berkata lain, korban dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani beberapa hari perawatan medis di Rumah Sakit.

Kini, pelaku penjambretan yang menewaskan Widya Riskyanti (28), seorang ASN Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II, akhirnya berhasil diringkus Tim Jatanras Polrestabes Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Pelaku berinisial N (23), warga Dupak, Krembangan, Surabaya, ditangkap pada Kamis (4/6/2026).

Penangkapan pelaku dilakukan di persembunyiannya di kawasan Surabaya Utara.

Saat digerebek, pelaku ditemukan sedang dalam kondisi di bawah pengaruh narkoba usai berpesta sabu bersama istrinya.

Hal tesebut diakui langsung oleh pelaku di hadapan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.

Rekam Jejak Kriminal Pelaku

Di hadapan petugas, pelaku mengaku bahwa ini adalah kali kedua ia harus berurusan dengan hukum.

Pelaku N merupakan seorang residivis yang telah beraksi sebanyak enam kali.

Sebanyak lima aksi dilakukan dengan modus jambret, sementara satu kasus lainnya adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus ini.

"Pelaku ini joki sekaligus eksekutor, berhasil kami tangkap. Personel kami masih bekerja mengembangkan kasus tersebut," ujar AKP Hadi kepada media, Jumat (19/6/2026).

Kronologi dan Harapan Keluarga Korban

Widya Riskyanti menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya pada Selasa (2/6/2026).

Akibat aksi keji tersebut, korban mengalami luka parah di kepala dan harus menjalani operasi.

Setelah sempat koma selama empat hari, Widya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (5/6/2026).

Irma Muslika (33), kakak sulung korban, menuntut keadilan bagi adiknya.

Ia berharap para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Nyawa harus dibayar nyawa, kalau bisa seumur hidup," tegas Irma.

Ia juga meminta pemerintah daerah untuk segera memperbaiki fasilitas jalan, termasuk penerangan, guna mencegah aksi kriminalitas serupa terulang kembali di masa depan.

Tulang Punggung Keluarga yang Berbakti

Sejak ayahnya meninggal dunia setahun lalu, Widya memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.

 Ia bekerja gigih untuk membiayai kebutuhan sang ibu serta pendidikan kedua adiknya.

Irma mengungkapkan, bahwa Widya bahkan rela menunda rencana pernikahan demi memastikan adik-adiknya menyelesaikan pendidikan sekolah.

"Dia bilang tidak mau menikah sebelum adik-adik selesai sekolah," ungkap Irma dengan nada haru saat ditemui SURYA.co.id di Rusunawa Indrapura pada Sabtu (6/6/2026).

Sebelum musibah terjadi, tidak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga.

Namun, Widya sempat meminta sang ibu memasakkan makanan kesukaannya berupa perkedel dan kotokan daging pada akhir pekan sebelum kejadian.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.