- Para penggemar film horor di Indonesia saat ini tengah gencar mencari tahu sinopsis film Backrooms. Rasa penasaran publik memuncak setelah karya terbaru dari studio papan atas A24 ini mulai tayang di bioskop-bioskop tanah air sejak Rabu (10/6/2026).
Lewat proyek layar lebar ini, sutradara muda Kane Parsons sukses membuktikan kepiawaiannya mengemas tren internet yang sederhana menjadi sebuah sajian horor psikologis yang sangat menegangkan.
Berawal dari Unggahan Viral di Jagat Maya
Secara garis besar, Backrooms mengangkat ide cerita tentang seseorang yang tersesat di dimensi lain. Meski terdengar simpel, film ini menyuguhkan atmosfer teror yang jauh lebih mencekam daripada film horor biasa.
Asal-usul kisah ini bermula pada 2019 dari sebuah foto ruangan kosong berdinding kuning yang diunggah di forum komunitas 4chan. Foto tersebut entah bagaimana berhasil memicu rasa tidak nyaman dan kecemasan bagi jutaan orang yang melihatnya.
Terinspirasi dari fenomena tersebut, Kane Parsons yang kala itu masih remaja membuat serial pendek Backrooms di YouTube pada 2022. Videonya meledak dan ditonton hingga lebih dari 190 juta kali. Kesuksesan luar biasa inilah yang membuat studio A24 tertarik dan langsung menunjuk Kane untuk menggarap versi film panjangnya.
Sinopsis dan Alur Cerita
Kisah ini menyoroti kehidupan Clark (Chiwetel Ejiofor), seorang pemilik toko mebel yang tanpa sengaja menemukan sebuah portal rahasia di basemen rumahnya. Celah tersebut membawanya masuk ke dalam Backrooms sebuah labirin raksasa tanpa ujung yang berisi lorong-lorong sepi, karpet tua, dinding kuning yang rusak, serta suara bising lampu neon yang menyiksa mental.
Cerita kian rumit ketika seorang psikolog bernama Dr. Mary Kline (Renate Reinsve) mendapati salah satu pasiennya hilang secara misterius ke dalam dimensi tersebut.
Didorong rasa tanggung jawab, Dr. Mary memutuskan untuk ikut masuk ke dalam labirin demi menyelamatkan pasiennya.
Mengusung Gaya Horor yang Berbeda
Backrooms memadukan unsur fiksi ilmiah (sci-fi) dengan gaya kamera found footage. Alih-alih mengandalkan hantu atau jumpscare murahan, film ini membangun ketakutan penonton lewat konsep liminal space yakni sebuah ruang kosong yang terasa familier namun menyimpan bahaya yang tak kasat mata.
Sukses Besar di Box Office Global
Keberhasilan film ini tidak luput dari peran besar komunitas digital yang setia menjaga popularitas mitos Backrooms. Selain itu, reputasi kuat A24 sebagai produser film horor berkualitas juga menjadi daya tarik utama bagi penonton.
Dari segi finansial, film ini mencetak keuntungan yang fantastis. Dengan anggaran produksi yang tergolong kecil, yaitu 10 juta dolar AS (sekitar Rp177 miliar), Backrooms berhasil meraup pendapatan dua kali lipat secara global.
Pencapaian ini menempatkannya sebagai salah satu film paling menguntungkan bagi A24, sekaligus mencatatkan nama Kane Parsons sebagai sutradara termuda yang karyanya berhasil memuncaki box office Amerika Serikat.
Keterlibatan Aktris Indonesia: Lukita Maxwell
Setelah rilis perdana di bioskop AS pada 29 Mei 2026, film ini langsung mendarat di Indonesia beberapa hari setelahnya. Bagi penonton domestik, film ini terasa spesial berkat kehadiran Lukita Maxwell, aktris berbakat keturunan Indonesia.
Lukita berperan sebagai Kat, karyawan toko furnitur milik Clark. Tokoh Kat memiliki peran penting karena ia adalah orang yang merekam keberadaan portal misterius tersebut menggunakan kamera video, di saat semua orang meragukan cerita Clark.
Sebelum membintangi film ini, Lukita sudah lebih dulu dikenal di Hollywood lewat perannya sebagai Alice dalam serial Apple TV+ Shrinking (2023) serta film horor Blumhouse berjudul Afraid (2024).
Selain jajaran pemeran utama, film ini juga didukung oleh aktor-aktor ternama seperti Mark Duplass, Finn Bennett, dan Avan Jogia.
(*)