Daftar Wilayah di Jateng yang Masuk Puncak Musim Kemarau Juli dan Agustus 2026
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saat ini sejumlah wilayah di Jawa Tengah sudah mulai memasuki musim kemaraui2026.
Meski demikian hujan masih turun d sejumlah wilayah dengan intensitas yang masih menurun.
Diprediksi musim kemarau terjadi antara bulan Juli dan agustus 2026. Masing-masing wilayah di Jateng berbeda.
Baca juga: Waspada Kabut Radiasi di Jateng saat Musim Kemarau 2026, Warga Diimbau Antisipasi
Prediksi tersebut tercantum dalam Buletin Musim Kemarau 2026 yang diterbitkan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.
Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto menjelaskan, musim kemarau tahun ini umumnya datang lebih awal hingga sesuai dengan pola normalnya.
Sementara itu, karakter curah hujan selama musim kemarau diperkirakan berada pada kategori bawah normal.
Meski beberapa daerah telah mencapai puncak kemarau pada Juli, secara umum puncak musim kemarau di Jawa Tengah diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
"Durasi atau panjang periode musim kemarau tahun 2026 umumnya 16-18 dasarian (± 5-6 bulan), dengan durasi terpanjang 25-27 dasarian (± 8-9 bulan) yang meliputi wilayah sebagian kecil Kabupaten Pati dan Rembang. Dibandingkan dengan klimatologisnya maka panjang musim kemarau 2026 umumnya lebih panjang satu sampai tiga dasarian," kata Goeroeh dalam keterangan resmi dikutip dari Kompas.com.
Puncak musim kemarau merupakan periode dengan akumulasi curah hujan paling rendah selama tiga dasarian berturut-turut.
Wilayah dengan puncak kemarau pada Juli 2026 mencakup sekitar 14,8 persen zona musim di Jawa Tengah.
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, daerah yang diperkirakan mencapai puncak musim kemarau pada Juli 2026 meliputi:
Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga merinci daftar wilayah Jawa Tengah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Luasannya mencapai sekitar 83,3 persen zona musim.
Berikut daftarnya:
Ada pula wilayah yang diperkirakan mencapai puncak musim kemarau paling akhir pada September 2026, yaitu: Kepulauan Karimunjawa.
Wilayah tersebut mencakup sekitar 1,9 persen zona musim di Jawa Tengah. (*)