SURYA.co.id LAMONGAN – Suasana haru dan penuh makna mewarnai acara pelepasan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Lamongan Jawa Timur, tahun ajaran 2025/2026.
Sebanyak 349 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah pertama.
Berbeda dari acara pelepasan pada umumnya, prosesi pemberian ijazah kepada para wisudawan diiringi alunan musik karawitan yang dimainkan langsung oleh para siswa.
Nuansa budaya Jawa pun terasa kuat saat gamelan mengiringi jalannya acara.
Momen haru semakin terasa ketika para wisudawan secara inisiatif memberikan bunga kepada orang tua masing-masing.
Pemberian bunga tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan, kasih sayang, dan pengorbanan orang tua selama mendampingi perjalanan pendidikan mereka.
Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Pencari Rumput yang Hilang di Waduk Sugio Lamongan
Kepala SMPN 1 Lamongan, Safiudin, mengatakan konsep pelepasan tersebut sengaja dikemas sederhana namun tetap memiliki nilai pendidikan karakter.
Menurutnya, pemberian bunga kepada orang tua menjadi bentuk penghormatan siswa terhadap keluarga yang memiliki peran besar dalam keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan.
“Alhamdulillah walaupun sederhana, kami bisa memberikan yang terbaik kepada anak-anak maupun orang tua. Tadi kita lihat sendiri anak-anak menyerahkan bunga kepada orang tua agar ada kesan yang mendalam bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari kerja keras dan kasih sayang orang tua,” ujar Safiudin kepada SURYA.co.id, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan siswa tidak hanya dilihat dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter serta nilai religius yang ditanamkan selama menempuh pendidikan di sekolah.
Pada tahun ajaran ini, SMPN 1 Lamongan mencatat angka kelulusan mencapai 100 persen.
Sebanyak 349 siswa dinyatakan lulus dan sebagian besar telah diterima di sejumlah sekolah menengah atas unggulan di Kabupaten Lamongan.
“Alhamdulillah tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Dari informasi yang kami terima, sebagian besar siswa sudah diterima di SMA unggulan yang ada di Lamongan, termasuk SMA Negeri 1 Lamongan dan SMA Negeri 2 Lamongan,” katanya.
Sementara itu, penampilan karawitan menjadi salah satu daya tarik dalam acara pelepasan tersebut.
Permainan gamelan yang dibawakan siswa tidak hanya menghadirkan suasana budaya, tetapi juga menunjukkan keberhasilan sekolah dalam mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik.
Safiudin menyebut, kelompok karawitan SMPN 1 Lamongan merupakan salah satu ekstrakurikuler yang aktif dan rutin melakukan latihan setiap pekan.
“Karawitan yang mengiringi kegiatan ini murni dimainkan oleh anak-anak. Kami memiliki perangkat karawitan sendiri dan latihan rutin setiap minggu sebagai bagian dari pengembangan bakat dan pelestarian budaya,” tuturnya.
Ia berharap para lulusan SMPN 1 Lamongan mampu melanjutkan pendidikan dengan membawa karakter positif, terus mengembangkan potensi diri, serta meraih prestasi di jenjang berikutnya.
Pelepasan tersebut pun menjadi momentum berkesan, bukan hanya sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan di tingkat SMP, tetapi juga sebagai pengingat bahwa keberhasilan siswa tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga.