TRIBUNNEWSMAKER.COM - Warga di sejumlah wilayah Bekasi kembali mengalami pemadaman listrik pada Jumat (19/6/2026).
Gangguan ini terjadi setelah sehari sebelumnya, Kamis (18/6/2026), sejumlah kawasan juga sempat mengalami pemadaman serupa.
Pemadaman yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan dari masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, PLN menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak sekaligus memastikan adanya kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.
PLN menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan akibat gangguan pada pasokan listrik dari pembangkit yang menyebabkan kapasitas suplai berkurang.
Humas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bekasi, Rahmat Hidayat, mengatakan gangguan tersebut dipicu oleh kendala teknis operasional pada pembangkit.
Baca juga: Sosok Mujazin Investor Dapur MBG yang Marah-marah di Kantor BGN, Mengaku Kena Tipu Rp 218 M
"Gangguan tersebut terjadi akibat kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," ujar Rahmat Hidayat dalam keterangan resminya, Jumat.
Menurut Rahmat, manajemen beban terpaksa diterapkan di sejumlah wilayah untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan selama proses penanganan gangguan berlangsung.
Pemadaman di wilayah kerja PLN ULP Bekasi Kota mulai dilakukan sekitar pukul 08.30 WIB.
Sejumlah kawasan yang terdampak berada di jalur Penyulang Holy, termasuk Perumnas 3, Jalan Pulau Bangka, Jalan Kalimantan, Jalan Singkep, Jalan Bintan, Jalan Pulau Sulawesi, Jalan Sumatera, Jalan Pulau Jawa, Jalan Pulau Panaitan, Kampung Rawa Aren, hingga Jalan Aren Jaya 1, 2, dan 3.
Selain itu, pemadaman juga terjadi di wilayah kerja PLN ULP Mustikajaya mulai pukul 09.31 WIB. Kawasan terdampak meliputi Mutiara Gading Timur, Graha Harapan, Jalan Bayan, serta Ciketing Rawamulya.
Sementara itu, wilayah kerja PLN ULP Bantargebang mulai mengalami pemadaman sekitar pukul 09.00 WIB.
Area terdampak mencakup Jalan Raya Narogong, Jalan Cipendawa Baru, RSUD Bantar Gebang, serta Perumahan Cluster Natura dan sekitarnya.
PLN menyatakan proses pemulihan masih terus dilakukan dan bergantung pada perkembangan penanganan gangguan teknis di lapangan.
Baca juga: Fakta Mengejutkan Kasus MBG, Dadan Diduga Terima Suap Uang Tunai: Terjadi Berulang Kali Sejak 2025
"Estimasi waktu pemulihan dapat berubah menyesuaikan kondisi teknis di lapangan," ujar Rahmat.
Di tengah keluhan pelanggan akibat pemadaman yang terjadi berulang kali, PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
Perusahaan listrik negara tersebut juga memastikan pelanggan yang terdampak berhak memperoleh kompensasi sesuai mekanisme yang diatur dalam ketentuan pelayanan ketenagalistrikan.
Kompensasi nantinya akan diberikan secara otomatis kepada pelanggan yang memenuhi syarat, baik melalui pengurangan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar maupun penambahan token listrik untuk pelanggan prabayar.
PLN berharap masyarakat dapat memahami kondisi gangguan yang sedang ditangani serta memberikan waktu bagi petugas untuk memulihkan sistem kelistrikan agar kembali normal sepenuhnya.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Barat, Nurmalitasari, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak pemadaman listrik.
"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat manajemen beban listrik secara terbatas," ujarnya.
Menurut dia, kompensasi bagi pelanggan mengacu pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan Tenaga Listrik.
Dalam aturan tersebut, pelanggan nonsubsidi berhak memperoleh pengurangan tagihan sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum, sedangkan pelanggan subsidi memperoleh pengurangan sebesar 20 persen apabila tingkat mutu pelayanan tidak terpenuhi.
Untuk pelanggan prabayar, kompensasi akan diberikan dalam bentuk yang setara dan diperhitungkan pada pembelian token berikutnya.
"Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, kami mengimbau pelanggan menghubungi Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile," kata Nurmalitasari.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Nurpini Aulia Rapika)