Laporan wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Jawa Timur berdampak besar.
Bahkan, pemadaman listrik di Madura membuat usaha air mineral merugi hingga puluhan juta rupiah.
Akibatnya, pabrik air mineral kemasan botol dan gelas di Desa Parseh, Kecamatan Socah lumpuh, puluhan karyawan tak beraktivitas, hingga pengusaha merugi puluhan juga karena produksi dan omset menurun.
Pengusaha Air Mineral Bariklana, H Abdur Rachman mengungkapkan, pemadaman listrik secara tiba-tiba dan berulang tentu saja tidak hanya menghentikan produksi namun juga merusak peralatan eletronik pabrik, dihujani komplain pelanggan, hingga membayar hak karyawan yang terhitung masuk kerja secara penuh.
Baca juga: PLN Buka Suara soal Pemadaman Bergilir di Jatim, Dua Pembangkit Besar Alami Gangguan
"Kami sudah mewanti-wanti kepada petugas PLN, kalau ada pemadaman bergilir, minimal satu hari sebelumnya memberikan informasi. Sehingga saya bisa sampaikan ke customer dan tidak kena klaim supplier," tegasnya.
Kondisi tanpa kepastian berkaitan keandalan listrik di Bangkalan belakang ini memaksa H Abdur Rachman langsung menelpon Manajer PLN UPL Bangkalan, Mohammad Nasir. Dengan harapan, ia mendapatkan jaminan bahwa pihaknya mendapatkan informasi sehari sebelum terjadi pemadaman listrik karena sangat berdampak terhadap produksi usahanya.
"Pabrik tutup selama dua hari karena baru mendapatkan dinamo seharga Rp 19 juta. Kerusakan dinamo itu dampak padam listrik sebanyak tiga kali berturut-turut, ini saya juga khawatir terhadap elemen-elemen lainnya karena hari ini listrik kembali padam," papar H Abdur Rachman.
Dengan kondisi pasokan listrik yang tidak menentu, ia mengaku gamang untuk menyewa atau memutuskan untuk membeli mesin genset untuk menopang kegiatan produksi ketika listrik padam.
"Produksi per bulan mencapai 5 juta buah cup (air kemasan gelas). Seandainya ada kepastian padam sebulan atau dua bulan, saya bisa memutuskan untuk pakai genset. Saya sudah menelpon teman di Malang, ada genset 80 kVA seharga Rp 60 juta," pungkasnya.
Pantauan Tribun Madura, sebagian besar karyawan tidak melakukan aktivitas sebagaiman rutinitas mereka ketika pasokan listrik dalam kondisi normal. Kecuali sejumlah karyawan yang bekerja tanpa dukungan peralatan elektrika, seperti divisi loading yang bertugas menaikkan karton-karton air mineral ke dalam bak truk.
Sementara para pekerja di bagian pencucian, pengisian, dan penutupan tidak bisa beraktivitas karena mesin filling air tidak berfungsi setelah tidak ada pasokan listrik akibat pemadaman.
Kalimat pembuka pada pengumuman itu yakni, "Sehubungan dengan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit, PLN melakukan pengaturan operasi sistem yang berdampak pada penghentian sementara aliran listrik di beberapa lokasi pada Sabtu :
Estimasi pamadaman berlangsung sekitar 3 jam hingga 4 jam. Hari ini, pemadaman terakhir akan dimulai pada pukul 17.30-20.00 WIB untuk masyarakat pelanggan di Desa Mrecah, Tlomar, Dlambah, Batangan, Tamandikeh, Togubang, Tegar priya, Batobellah, Kampak, Geger, Kombangan, Klapayan, Bangserreh, Kayu Getah, Kelbung, Gunelap, Sabungan, dan Gengseyan.
'PLN terus mengoptimalkan pasokan dari pembangkit yang tersedia serta mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal. PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi'.
Manajer PLN ULP Bangkalan, Mohammad Nasir mengungkapkan, pihaknya sebatas mengoptimalkan layanan operasional distribusi sehingga tidak bisa memberikan informasi lebih awal tentang pemadaman.
Meski demikian, lanjutnya, PLN ULP Bangkalan selalu berkoordinasi dengan PLN UP3 Madura di Kabupaten Pamekasan yang merupakan induk dari semua ULP di empat kabupaten di Pulau Madura.
"Kami pastikan bukan pemadaman bergilir, namun penerapan manajemen beban terkait kendala operasional di pembangkit karena mengalami penurunan. Sehingga dari sisi pembebanan dikurangi biar pasokan listrik lebih stabil, kondisi ini di luar kendali kami" ungkap Nasir ketika dihubungi Tribun Madura pada Jumat (19/6/2026).
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com