BNPB Siapkan Stimulan Rumah Rusak hingga Rp 60 Juta untuk Korban Gempa di Sulteng
mahyuddin June 20, 2026 06:23 PM

TRIBUNPALU.COM, SIGI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membawa angin segar terkait kepastian bantuan ganti rugi rumah bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Bantuan itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai meninjau ldampak Gempa Bumi bermagnitudo 6,7 di Kabupaten Sigi, Jumat (19/06/2026).

Dalam dialognya bersama warga di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Suharyanto memastikan masyarakat tidak akan berlama-lama tinggal di tenda pengungsian.

Pemerintah menyiapkan skema bantuan stimulan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa tektonik yang terjadi pada Selasa (16/06/2026).

Pemerintah pusat melalui BNPB mengklasifikasikan bantuan dana stimulan berdasarkan tingkat kerusakan bangunan yang telah diverifikasi petugas.

Baca juga: BNPB Percepat Penanganan Infrastruktur Pascagempa di Sigi, Jembatan Fungsional Segera Dibangun

Klasifikasi itu berupa rumah rusak ringan mendapat bantuan stimulan Rp15 juta.

Rumah rusak sedang mendapat bantuan stimulan Rp30 juta,

Dan rumah rusak berat mendapat dana stimulan Rp60 juta.

Tidak hanya bantuan perbaikan fisik, bagi warga yang rumahnya berkategori Rusak Berat, BNPB juga akan menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH).

"Bantuan DTH ini diberikan kepada keluarga yang rumahnya rusak berat dan memilih untuk menyewa rumah atau tinggal di hunian kerabat mereka. Pemerintah pusat melalui BNPB menyediakan DTH sampai hunian tetap (Huntap) mereka selesai dibangun," jelas Suharyanto.

Langkah itu diapresiasi mendalam oleh warga.

Seorang warga Desa Kamarora Yansen berterima kasih atas kunjungan langsung dan kepastian bantuan yang diberikan di tengah masa sulit ini.

Selain memastikan bantuan kedaruratan dan ganti rugi,  Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di Posko Lapangan Kecamatan Nokilalaki bersama Forkopimda Sigi dan Provinsi Sulteng.

Rapat itu membahas potensi risiko banjir bandang.

Berdasarkan pantauan drone pemerintah daerah, ditemukan sedikitnya 24 titik longsoran di area bukit.

Bahkan, terdapat empat titik di antaranya tersumbat material.

Menanggapi hal ini, Kepala BNPB memerintahkan tindakan cepat berupa penyemprotan menggunakan pompa alkon pada titik sumbatan guna mencegah bencana susulan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama tujuh hari, 17–23 Juni 2026).

ktivitas tektonik pascagempa bermagnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Palu, Sigi dan Parigi Moutong  Sulawesi Tengah, masih terus menunjukkan pergerakan. 

Berdasarkan data pemutakhiran terbaru pada Sabtu, 20 Juni 2026 hingga pukul 11.30 WITA, tercatat 1.074 kali gempa bumi susulan dengan titik di Sulawesi Tengah.

Dari total ribuan gempa susulan yang terekam stasiun pemantau, sebanyak 46 gempa di antaranya memiliki intensitas magnitudo yang cukup besar hingga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca juga: Dampingi Samuel Yansen Pongi, Fadhlu Rahman Intjenae Jabat Ketua Harian KONI Sigi

BPBD Sigi merilis warga terdampak gempa mencapai 8.586 jiwa yang berasal dari 2.762 kepala keluarga.

Jumlah korban luka-luka tercatat 125 orang, sementara dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi.

Kerusakan bangunan juga terus bertambah seiring proses pendataan yang dilakukan tim gabungan di lapangan. 

Hingga saat ini tercatat sebanyak 2.319 unit rumah terdampak.

Dengan, rincian 134 rumah mengalami rusak berat dan 219 rumah mengalami rusak sedang. Sisanya masih dalam proses verifikasi dan klasifikasi kerusakan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.