Ada Lomba Tradisional Sumpit Dayak Sambut Hari Bhayangkara 2026 di Markas Brimob Polda Kaltara
Amiruddin June 20, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM – Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, meresmikan perlombaan tradisional sumpit Dayak, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, pada Sabtu (20/06/2026).

Lomba tradisional sumpit Dayak itu digelar di Mako Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltara, Jl Jelarai, Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Seperti diketahui, Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini akan diperingati pada tanggal 1 Juli 2026.

Turut hadir dalam perlombaan tradisional sumpit Dayak hari ini, Wakapolda Kaltara, Brigjen Yusuf, beserta para Pejabat Utama Polda Kaltara, perwakilan Pemrov Kaltara, Pemkab Bulungan, Dewan Adat Dayak Kalimantan Utara, sejumlah tokoh adat, masyarakat, serta komunitas olahraga sumpit dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga tradisional, tetapi juga merupakan upaya nyata dalam melestarikan salah satu warisan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Utara.

 

Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy mencoba olahraga tradisional sumpit Dayak
LOMBA SUMPIT - Tampak Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, mencoba olahraga tradisional sumpit Dayak, pada Sabtu (20/6/2026). Lomba tradisional sumpit Dayak memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 itu digelar di Mako Brimob Yon A Pelopor, Jl Jelarai, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, diikuti ratusan peserta. (HO/Humas Polda Kaltara)

 

Baca juga: Kapolda Kaltara Pastikan Olah TKP Kebakaran Kantor Bupati Bulungan, Tim Labfor Jatim akan Diturunkan

 

Melalui perlombaan ini, nilai-nilai budaya, sportivitas, dan kebersamaan terus ditanamkan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltara menyampaikan pentingnya menjaga, memelihara, dan mewariskan budaya serta kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Kalimantan Utara.

Menurut Djati Wiyoto Abadhy, budaya merupakan identitas yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari kekayaan bangsa.

Kapolda juga mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap perlombaan tersebut.

Hingga saat ini tercatat lebih dari 300 peserta atau atlet dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara turut ambil bagian dalam kompetisi olahraga tradisional tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa olahraga sumpit memiliki daya tarik yang kuat, sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujar Djati Wiyoto Abadhy.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi kesempatan bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat, melalui berbagai kegiatan yang bersifat edukatif, budaya, dan sosial.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, pembinaan olahraga tradisional, serta mempererat kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat,” pungkas Djati Wiyoto Abadhy.

Usai opening ceremony, kegiatan dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi yang diikuti oleh Kapolda Kaltara, Wakapolda Kaltara, para Pejabat Utama, serta tamu undangan yang berkesempatan mencoba langsung olahraga sumpit tradisional Dayak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan olahraga tradisional sumpit Dayak semakin dikenal luas, diminati oleh generasi muda, serta menjadi sarana memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya daerah, dan mewujudkan Kalimantan Utara yang aman, harmonis, serta berbudaya dalam semangat Hari Bhayangkara ke-80.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.