Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pelaksanaan ujian tatap muka Universitas Terbuka Kupang di sejumlah lokasi di Kota Kupang berlangsung dengan pengawasan ketat.
Pihak UT memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sistem pengawasan telah dipersiapkan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Penanggung Jawab Lokasi Ujian (PJLU) di SMA Negeri 2 Kupang, Saul Naboasa, mengatakan persiapan ujian telah dilakukan sekitar tiga minggu sebelum pelaksanaan.
Menurutnya, seluruh kebutuhan teknis disiapkan secara matang, termasuk untuk mahasiswa dari luar daerah yang menumpang ujian di Kota Kupang.
“Persiapan ujian tatap muka dilakukan jauh hari. Mahasiswa dari daerah yang ingin menumpang ujian di Kota Kupang juga difasilitasi melalui UPPJ, lalu disiapkan ruang khusus,” ujarnya.
Saul menjelaskan, pengawasan di lokasi ujian dilakukan sangat ketat. Mahasiswa diwajibkan meletakkan seluruh barang bawaan di depan ruang ujian dan hanya diperbolehkan membawa perlengkapan yang diwajibkan.
“Semua barang bawaan diletakkan di depan. Yang boleh digunakan hanya perlengkapan ujian yang diwajibkan,” katanya.
Di lokasi SMA Negeri 2 Kupang, UT menggunakan 19 ruang ujian dengan kapasitas maksimal 20 mahasiswa per ruang. Pelaksanaan ujian berlangsung dalam lima sesi, dari pagi hingga sore hari.
“Jumlah peserta secara keseluruhan mencapai seribu lebih karena ujian berlangsung dari sesi pertama sampai sesi kelima,” jelas Saul.
Ia menambahkan, tata tertib ujian juga mencakup aturan berpakaian dan larangan penggunaan perangkat digital selama ujian.
“Semua alat digital tidak boleh digunakan saat ujian. Mahasiswa harus benar-benar mengandalkan kemampuan berpikirnya sendiri,” tegasnya.
Baca juga: UT Kupang Gelar Ujian Tatap Muka di Enam Lokasi, 400 Mahasiswa Ikut di SMP Negeri 5 Kupang
Saul mengakui tantangan yang kerap dihadapi selama pelaksanaan ujian adalah kendala administratif, termasuk ketidakhadiran pengawas atau pengawas keliling yang dapat memengaruhi kelancaran administrasi.
Meski demikian, ia memastikan seluruh kendala dapat diatasi hingga ujian selesai.
Saul juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan waktu ujian dengan maksimal. Ia menilai masih ada mahasiswa yang meninggalkan ruang ujian terlalu cepat tanpa meneliti kembali jawaban mereka.
“Kadang ada yang baru 10 sampai 15 menit sudah keluar. Padahal sebaiknya waktu satu setengah jam dimanfaatkan penuh untuk memeriksa kembali jawaban,” ujarnya.
Sementara itu, PJLU di SMP Negeri 8 Kupang, Faisal Hasan Atapukan, mengatakan persiapan ujian semester ini dilakukan bersama seluruh tim UT Kupang, mulai dari bagian registrasi, pengujian, staf hingga dosen.
Menurutnya, sarana dan prasarana di SMP Negeri 8 Kupang dinilai memadai untuk pelaksanaan ujian.
“Persiapan sudah dilakukan jauh hari bersama seluruh tim UT. Untuk sarana prasarana di SMP Negeri 8 semuanya sudah memenuhi standar,” katanya.
Di lokasi tersebut tersedia 20 ruang ujian dengan kapasitas maksimal 20 mahasiswa per ruang. Dalam satu sesi, jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 400 mahasiswa.
“Kalau satu sesi penuh, sekitar 400 mahasiswa. Tapi jumlahnya bisa berubah karena ada mahasiswa yang pindah lokasi ujian,” jelasnya.
Faisal menerangkan, pengawasan ujian melibatkan para guru SMP Negeri 8 Kupang yang bertugas sebagai pengawas ruangan.
Ia menegaskan mahasiswa yang terlambat lebih dari 30 menit tidak diizinkan mengikuti ujian. Selain itu, penggunaan handphone, kalkulator, maupun jam tangan pintar juga dilarang.
“Semua atribut seperti handphone dan perangkat elektronik harus disimpan di depan agar tidak ada kecurangan,” ujarnya.
Menurut Faisal, tantangan yang paling sering dihadapi adalah mahasiswa yang datang terlambat namun tetap memaksa ingin mengikuti ujian.
“Ada mahasiswa yang datang terlambat lalu tetap ingin ikut. Tapi aturan tetap harus ditegakkan,” tegasnya.
Ia berharap mahasiswa mempersiapkan diri dengan baik, baik secara akademik maupun fisik, agar dapat mengikuti ujian dengan maksimal.
“Seminggu sebelum ujian mahasiswa sebaiknya sudah fokus belajar dan menjaga kesehatan supaya hasil ujiannya memuaskan,” katanya.
Salah satu mahasiswa UT Kupang, Muammar Hasan, semester dua Program Studi Hukum yang juga bekerja di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang, mengaku telah mempersiapkan diri dengan mengikuti seluruh proses pembelajaran selama delapan minggu.
“Selama delapan minggu kami sudah mengikuti tugas dan diskusi. Itu menjadi bekal untuk menghadapi ujian hari ini,” ujarnya.
Ia berharap hasil ujian yang diperoleh dapat memuaskan dan sejalan dengan usaha yang telah dilakukan selama perkuliahan.
“Semoga hasilnya baik dan nilai yang keluar nanti juga memuaskan,” tutupnya. (uan)