Persiapan Matang Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso
Titis Jati Permata June 20, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, KEDIRI – Panitia lokal menyatakan kesiapan penuh menyambut sekitar 1.500 undangan yang akan menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam.

Ketua Panitia Lokal Munas dan Konbes NU, Agus M Bahauddin, mengatakan jumlah tersebut mencakup tamu kehormatan serta peserta resmi dari berbagai daerah.

"Untuk perkiraan undangan yang akan hadir di pembukaan nanti malam kisaran 1.500-an orang. Itu untuk tamu-tamu undangan beserta dengan peserta," ujar Gus M Bahauddin kepada SURYA.co.id, Sabtu (20/6/2026) siang.

Undangan yang Hadir

Menurutnya, peserta resmi yang mengikuti jalannya forum diperkirakan berjumlah 500 hingga 600 orang.

Mereka berasal dari berbagai unsur kepengurusan NU, termasuk perwakilan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia.

Baca juga: Gus Ipul Pastikan Persiapan Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri Matang

Selain peserta resmi, panitia juga mengundang sejumlah kalangan pesantren yang selama ini aktif dalam forum-forum keilmuan NU.

"Ada juga undangan tambahan, utamanya orang-orang yang terlibat di komisi-komisi seperti di Komisi Bahtsul Masail, ada tambahan dari pondok-pondok pesantren di sekitar Jawa Timur yang biasa melakukan agenda Bahtsul Masa'il," tambahnya.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Di balik persiapan yang tergolong singkat, panitia memastikan seluruh kebutuhan acara telah dimatangkan.

Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari kepolisian hingga lembaga kesehatan di lingkungan NU.

"Terkait persiapan acara, kami koordinasi dengan berbagai dinas terkait seperti soal kesehatan. Kami langsung kolaborasi dengan LKNU dari PB, LKNU dari PW Jawa Timur, serta Dinas Kesehatan Jawa Timur sebagai kolaborasi tambahan," jelasnya.

Untuk pengamanan, panitia melibatkan unsur internal NU seperti Banser dan Pagar Nusa yang didukung aparat kepolisian.

Makna Lebih Dalam

Munas dan Konbes NU dijadwalkan berlangsung hingga 22 Juni 2026.

Menariknya, sehari setelah agenda nasional itu berakhir, Pondok Ploso langsung melanjutkan kegiatan besar lainnya, yakni Haul Akbar yang selama ini dikenal mampu menyedot puluhan ribu jamaah.

"Kalau untuk acara haul itu biasanya yang hadir di acara puncaknya bisa sampai 20.000 sampai 30.000 orang. Itu semua cakupannya dari undangan masyaikh, alumni, wali santri, hingga para muhibbin yang datang tanpa undangan," paparnya.

Bagi Gus Bahauddin, penyelenggaraan Munas dan Konbes di pesantren membawa makna yang lebih dalam daripada sekadar pemilihan lokasi.

Ia menyebut momentum ini menjadi pengingat eratnya hubungan NU dan pesantren yang tak bisa dipisahkan.

Ia mengutip pesan Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, KH Nurul Huda Djazuli atau Kiai Huda.

"Dari kiai kami, Romo Kiai selalu berpesan bahwa pesantren adalah NU kecil dan NU adalah pesantren besar. Sehingga dari sana, NU dan pesantren tidak akan pernah bisa dipisahkan," tuturnya.

Pesan tersebut, menurutnya, menjadi spirit utama penyelenggaraan forum kali ini.

Kembali Lebih Dekat dengan Pesantren

Ia berharap ke depan agenda-agenda besar NU, termasuk muktamar, dapat kembali lebih dekat dengan tradisi pesantren.

"Harapan pengurus yang pasti semuanya berpihak kepada para kiai. Harapan kami, lagi-lagi kembali kepada hikmahnya, kembali mendapatkan ruh dari NU yang semestinya," pungkasnya.

Penyelenggaraan Munas dan Konbes NU di Pondok Ploso pun diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan strategis organisasi, tetapi juga menguatkan kembali identitas NU sebagai organisasi yang tumbuh dan berkembang dari rahim pesantren. (Madchan Jazuli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.