Gus Yahya Ziarah ke Makam Masyayikh Ploso Menjelang Munas-Konbes NU 2026
Titis Jati Permata June 20, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, KEDIRI – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memilih mengawali rangkaian agenda dengan langkah spiritual.

Sabtu (20/6/2026), Gus Yahya bersama sejumlah pengurus PBNU berziarah ke makam para masyayikh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.

Lokasi tersebut juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026.

Dalam ziarah itu, Gus Yahya didampingi Katib Am PBNU KH Said Asrori, Wakil Sekjen PBNU KH Said Amin Husnu, serta KH Ulil Abshar Abdalla.

Mereka berdoa di makam pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Jazuli Ustman, dan para masyayikh lainnya.

Berdoa Munas dan Konbes NU Berjalan Lancar

Bagi Gus Yahya, ziarah tersebut bukan sekadar tradisi, melainkan ikhtiar batiniah untuk memohon kelancaran agenda organisasi terbesar NU menjelang pembukaan Munas-Konbes yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Aula Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.

"Iya kami sowan ke (makam) KH Jazuli Ustman dan para Masyayikh Pondok Al Falah Ploso ini untuk berwashilah memohon kepada Allah SWT. Agar kegiatan Munas Konbes bisa berjalan dengan baik manfaat dan maslahat," ujar Gus Yahya kepada SURYA.co.id.

Baca juga: Persiapan Matang Munas dan Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah Ploso

Selain berziarah, Gus Yahya juga meninjau langsung venue utama kegiatan.

Aula Pondok Pesantren Al-Falah Ploso diproyeksikan menjadi lokasi pembukaan yang akan dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan.

Tinjau Persiapan Acara

Dari hasil peninjauan tersebut, Gus Yahya menilai kesiapan lokasi penyelenggaraan sudah cukup baik untuk mendukung pelaksanaan agenda besar NU tersebut.

"Alhamdulillah secara umum lokasi penyelenggaraananya Alhamdulillah relatif siap. Saya pikir ini agenda-agenda besar terlaksana saya kira ada tempat acara ini dengan baik dan kondusif," imbuhnya.

Munas dan Konbes NU 2026 sendiri memiliki arti penting karena menjadi bagian dari tahapan menuju Muktamar NU.

Sejumlah agenda strategis yang berkaitan dengan pelaksanaan muktamar akan dibahas dan diputuskan dalam forum tersebut.

Keputusan Baru

Menanggapi harapan munculnya keputusan-keputusan baru dalam Munas-Konbes kali ini, Gus Yahya menjelaskan forum tersebut memang disiapkan sebagai bagian dari proses menuju muktamar.

"Seperti tentang Materi Muktamar NU, kemudian juga waktu dan tempat Muktamar memutuskan di Munas Konbes," akuinya.

Melalui ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan sejak awal, PBNU berharap Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri dapat berlangsung lancar serta menghasilkan keputusan strategis bagi perjalanan organisasi ke depan. (Madchan Jazuli)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.