TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) Krisdianto Soedarmono menegaskan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari penguatan ekonomi rakyat.
Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.
Karena itu, kreativitas, inovasi, dan produktivitas masyarakat perlu didukung oleh ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran yang sangat penting. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat melalui prinsip gotong royong, kebersamaan, dan partisipasi," ujarnya di Pekan Kreatif Nusantara (PKN) 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah, belum lama ini.
Ia menjelaskan, Kementerian Koperasi saat ini terus mendorong penguatan koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi rakyat, salah satunya melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurutnya, keberadaan KDKMP diharapkan mampu memperkuat rantai pasok dan distribusi, memperluas akses pembiayaan, meningkatkan nilai tambah produk masyarakat, serta membuka peluang usaha yang lebih luas bagi warga.
"Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi lembaga ekonomi, tetapi juga instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Krisdianto.
Baca juga: LPDB Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Lewat Usaha Produktif
Krisdianto juga mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Kreatif Nusantara 2026 yang menjadi momentum penting memperkuat sektor riil, mempromosikan produk unggulan daerah, sekaligus mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, Kota Pekalongan berhasil menunjukkan ekonomi kreatif berbasis budaya mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca juga: RUU Perkoperasian Diminta Turut Mengatur Hak Kepemilikan Tanah bagi Seluruh Jenis Koperasi
"Selama 12 tahun Kota Pekalongan mampu mempertahankan predikat Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Kriya dan Seni Rakyat. Capaian ini menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan kreativitas masyarakat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah," ujarnya.
Coaching Clinic Pembiayaan
LPDB Koperasi turut membuka layanan Coaching Clinic Pembiayaan Dana Bergulir selama penyelenggaraan Pekan Kreatif Nusantara 2026.
Pengurus koperasi, pengelola KDKMP, maupun pelaku usaha dapat berkonsultasi secara langsung mengenai akses pembiayaan dana bergulir, persyaratan pengajuan, tata kelola usaha, hingga strategi pengembangan bisnis koperasi yang berkelanjutan.
"Kami ingin mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat. Kami ingin semakin banyak koperasi dan KDKMP yang memahami akses pembiayaan produktif sehingga mampu tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing," kata Krisdianto.
Melalui koperasi, para perajin, pelaku kuliner, pelaku fesyen, seniman, hingga pelaku usaha lainnya dapat memperluas jaringan usaha, memperkuat akses pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Krisdianto berharap event ini menjadi ajang promosi produk unggulan daerah dan membuka peluang kerja sama usaha, memperluas akses pasar, meningkatkan literasi keuangan, serta mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan koperasi.
Pekan Kreatif Nusantara 2026 berlangsung pada 18-21 Juni 2026 dengan agendapameran produk unggulan daerah, festival UMKM, Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, business matching, workshop UMKM cerdas digital, festival literasi keuangan, pagelaran seni budaya, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat luas.