POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri dipastikan akan mendapat gelar kehormatan dari pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Pemerintah negera yang pernah menjadi bagian dari Indonesia itu akan menganugerahkan penghargaan sipil tertinggi kepada Megawati Soekarnoputri.
Undangan untuk menerima penghargaan tertinggi yakni Grand Collar of the Order of Timor Leste disampaikan Presiden Ramos Horta saat bertemu Megawati di Jakarta beberapa waktu lalu.
Penghargaan Grand Collar of the Order of Timor Leste itu diberikan kepada Megawati atas kontribusinya dalam perdamaian. Penghargaan itu akan diserahkan oleh pemerintah di Kota Dili, ibukota Timor Leste.
Baca juga: Ungkit Jasa Megawati dan Xanana, Kalbuadi CNRT: Orang Melupakan Dendam Lalu Tertawa Bersama
Bulan lalu, elit PDI Perjuangan telah bertolak ke Timor Leste untuk memastikan dukungan untuk penganugerahan penghargaan itu. Sebelumnya, Presiden Timor Leste José Ramos Horta telah menemui Megawati Soekarnoputri di kediamannhya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.
Presiden Ramos Horta tiba pada siang hari dan disambut jajaran elite DPP PDI Perjuangan, di antaranya Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Ronny Talapessy, serta Andi Widjajanto.
Megawati menyambut langsung kedatangan Ramos-Horta dan mempersilakannya duduk sebelum memulai dialog tertutup. Keduanya kemudian menggelar pembicaraan tertutup selama lebih dari 2,5 jam.
Pertemuan tersebut disebut berlangsung intens dengan nuansa historis dan strategis yang kental, sekaligus mencerminkan kedekatan personal yang telah terjalin lama.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan komunikasi keduanya setelah sebelumnya bertemu dalam ajang internasional di Abu Dhabi pada awal Februari 2026.
Hubungan Megawati dan Ramos Horta tidak hanya bersifat diplomatik, tetapi juga memiliki kedekatan emosional yang kuat. Megawati bahkan kerap menyebut sejumlah tokoh Timor Leste sebagai bagian dari keluarga, termasuk Kupa Lopez, Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja, yang ia anggap sebagai anak angkat.
Bagi Ramos Horta, Megawati juga memiliki makna historis sebagai simbol rekonsiliasi. Kehadiran Megawati dalam upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste pada 2002 menjadi salah satu momentum penting yang mencairkan hubungan kedua negara pasca-referendum 1999. (*)