TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menargetkan dua perusahaan bisa melakukan Initial Public Offering (IPO) tahun ini.
Kepala Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengungkapkan ada beberapa perusahaan di DIY yang tertarik untuk go public. Hanya saja baru ada dua perusahaan yang aktif dan serius untuk melantai di bursa.
"Satu perusahaan bergerak di sektor industri kesehatan dan satu lagi bergerak di sektor jasa dan pendidikan. Informasi yang kami dapatkan, mereka masing-masing sedang berproses menuju IPO dengan target tahun ini atau jika tidak tercapai di tahun ini, paling lama adalah diawal-awal tahun depan," ungkapnya, Sabtu (20/6/2026).
Pihaknya pun terus mendorong perusahaan-perusahaan di DIY, termasuk UMKM. Perusahaan-perusahaan perlu melakukan perbaikan tata kelola (good corporate governance). Tujuannya agar sesuai dengan standar yang disyaratkan oleh OJK dan Bursa Efek Indonesia.
Di samping itu, laporan keuangan perusahaan juga perlu mendapat perhatian. Sebab laporan keuangan termasuk audit eksternal harus memenuhi standar.
"BEI dan tentunya didukung pemerintah terus mendorong perusahaan-perusahaan, termasuk UMKM di DIY, untuk mempersiapkan diri agar dapat go public ketika skala usaha, tata kelola, dan laporan keuangannya sudah memenuhi persyaratan pasar modal," terangnya.
Agar perusahaan di DIY bisa go public, pihaknya akan bersinergi dengan OJK untuk membentuk inkubator-inkubator bisnis di DIY. Dengan demikian, UMKM tidak hanya naik kelas, namun juga bisa melantai di bursa.
"Kami berkomitmen memberikan dukungan agar kedepannya semakin banyak perusahaan DIY siap IPO dan berkontribusi langsung terhadap perekonomian daerah dan nasional," pungkasnya. (maw)