Mahasiswa dan Masyarakat Gayo Lues Desak Pemerintah Percepatan Pemulihan Pascabencana
Mawaddatul Husna June 20, 2026 11:51 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Rasidan | Gayo Lues 

TribunGayo.com, BLANGKEJEREN - Sudah tujuh bulan berlalu bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Namun, pemulihan pascabencana yang diharapkan mampu mengembalikan kehidupan masyarakat secara normal dinilai berjalan lamban dan belum menyentuh seluruh kebutuhan masyarakat.

Disamping itu, masyarakat Gayo Lues juga harus dihadapkan dengan kondisi infrastruktur yang rentan.

Dimana sungai yang menjadi penyebab banjir belum sepenuhnya dinormalisasi, selain itu juga beberapa jembatan yang rusak belum dibangun kembali.

Begitu juga halnya kerusakan jalan akibat longsor dan banjir belum sepenuhnya diperbaiki.

Sehingga setiap kali hujan deras turun sejumlah kawasan akan banjir dan longsor.

Seperti di ruas jalan Blangkejeren-Kutacane, Blangkejeren-Takengon dan Blangkejeren- Pining Lokop Aceh Timur hingga saat ini belum lancar.

Pascabencana Proses Rahab Rekon belum Optimal

Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Gayo Lues Se-Indonesia (PMGI), Syahputra Ariga kepada TribunGayo.com, Sabtu (20/6/2026) mengatakan pascatujuh bulan bencana alam proses rehabilitasi dan rekonstruksi belum berjalan optimal.

“Bencana alam memang telah berlalu, tetapi penderitaan masyarakat belum selesai.

Ketika setiap hujan deras turun masyarakat masih dihantui ketakutan akan banjir susulan dan tanah longsor.

Sehingga menjadi salah satu indikator bahwa proses pemulihan belum sepenuhnya berhasil dan dinilai lambat," sebutnya.

Menurut Syahputra, pemerintah tidak boleh menganggap berakhirnya masa tanggap darurat sebagai tanda selesainya persoalan.

Justru tahap rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan fase paling penting untuk memastikan masyarakat dapat kembali hidup secara aman dan produktif.

Dikatakan, sampai saat ini masih terdapat ruas jalan provinsi yang belum diperbaiki secara menyeluruh.

Sehingga diharapkan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues harus lebih agresif berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang menanggung dampaknya.

"Pemerintah pusat telah menyetujui alokasi dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk kabupaten Gayo Lues, sebesar Rp 4,6 triliun dari total usulan Rp 8,6 triliun yang diajukan pemerintah daerah sebelumnya.

Sehingga mahasiswa Gayo Lues bersama masyarakat di kabupaten itu mendesak percepatan pemulihan tersebut bukan tanpa alasan," sebutnya.

Ia mengatakan, keberhasilan penanganan pascabencana tidak diukur dari banyaknya anggaran yang dialokasikan.

Tetapi dari seberapa cepat masyarakat dapat kembali hidup dengan aman, memiliki akses jalan yang layak dan  jembatan yang berfungsi, sungai yang terkendali serta rumah yang dapat mereka tempati dengan tenang.

"Mahasiswa Gayo Lues juga akan terus mengawal proses pemulihan pascabencana di Gayo Lues, agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan prinsip akuntabilitas publik," demikian sebutnya. (*)

Baca juga: Banjir Putuskan Jalan ke Desa Pasir Putih Gayo Lues, Warga Terancam Terisolasi

Baca juga: Butuh 16 Jam, Ambulans RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues yang Terjun ke Jurang Berhasil Dievakuasi

Baca juga: Unggahan Terakhir di Facebook Nakes Gayo Lues Sebelum Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Ambulans

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.