POS-KUPANG.COM, TEHERAN - Militer Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026). Penutupan itu diumumkan militer Iran imbas Israel yang terus berulah dengan menggempur Lebanon.
Komando militer pusat Iran menegaskan serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon adalah pelanggaran kesepakatan antara Iran dengan Amerika Serikat.
"Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal," demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya dikutip Sabtu.
"Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini merupakan tanggapan terhadap pelanggaran janji, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya," lanjut pernyataan itu.
Baca juga: Daftar Lengkap 12 Poin Perjanjian Damai AS-Iran
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga angkat suara menanggapi kelanjutan agresi Israel di Lebanon. Baghaei menegaskan bahwa Iran telah mematuhi komitmen mereka pada kesepakatan.
"Dan AS berkewajiban untuk memaksa Israel menghentikan serangan mereka terhadap Lebanon," ujar Baghaei dikutip Fars.
Media resmi Lebanon sebelumnya melaporkan serangan Israel di sebuah desa dekat kota selatan Sidon, telah menewaskan tujuh orang pada hari ini.
Militer Israel disebut terus melancarkan serangan, meskipun gencatan senjata dengan Hizbullah telah diumumkan sehari sebelumnya.
Israel mengeklaim milisi Hizbullah yang didukung Iran telah menembakkan lebih dari 50 proyektil ke pasukan Israel di Lebanon selatan. Sementara itu Hizbullah menuduh Israel berusaha menyusup ke daerah perbukitan Ali Al Taher di Lebanon.
Serangan terbaru ini menyoroti rapuhnya gencatan senjata yang dimaksudkan untuk menghentikan peningkatan kekerasan selama berbulan-bulan, dan perjanjian perdamaian sementara antara AS dan Iran yang sebagian bergantung pada berakhirnya konflik di Lebanon.
Kesepakatan AS dan Iran pekan ini menyerukan diakhirinya operasi militer yang dilakukan oleh kedua pihak di semua front, termasuk di Lebanon. (*)