SURYA.CO.ID, KOTA BLITAR - Anggota Komisi II DPR RI, Romy Soekarno, menghadiri selamatan akbar memperingati Haul ke-56 Bung Karno di Jalan Ir Sukarno, Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (20/6/2026).
Dalam momen khidmat tersebut, Romy yang merupakan cucu dari Presiden pertama RI, Ir Sukarno, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk konsisten mewarisi ajaran-ajaran sang Proklamator.
"Dari semua cucu Bung Karno, saya yang paling sering datang ke sini (Blitar) setiap Haul Eyang Karno. Saya biasa memanggilnya Eyang Karno," ujar Romy dalam sambutannya di hadapan ribuan masyarakat yang hadir.
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan, bahwa peringatan wafatnya Bung Karno jangan hanya sekadar menjadi ritual tahunan seremonial semata. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi pemantik semangat untuk menghidupkan kembali api perjuangan sang Proklamator di tengah tantangan zaman.
Baca juga: Festival Ambengan Blitar: Ribuan Warga Peringati Haul Bung Karno ke-56
Romy mengingatkan para generasi muda untuk selalu memegang teguh prinsip legendaris Bung Karno, yaitu "Jas Merah" (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).
Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap sejarah bangsa adalah modal utama bagi anak muda dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Di era disrupsi teknologi saat ini, Romy juga menekankan pentingnya adaptasi digital.
Penguasaan teknologi harus diarahkan untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
"Adik-adik generasi muda harus belajar dan meneladani nilai-nilai perjuangan Bung Karno. Kita harus meneruskan cita-cita bangsa yang sebenarnya sangat sederhana, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," tutur Romy.
Dalam pidatonya, Romy Soekarno juga menyoroti pentingnya mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno sebagai pilar pembangunan karakter bangsa.
Ia menyebut menghormati Bung Karno berarti harus berkomitmen menjalankan warisan pemikirannya secara nyata.
Tiga pilar ajaran Trisakti tersebut meliputi:
Senada dengan Romy, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) menyatakan bahwa Haul ke-56 Bung Karno ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali pelayanan publik.
Pihaknya berkomitmen untuk mengimplementasikan semangat gotong royong Bung Karno dalam program pembangunan kota.
"Mari kita lanjutkan api perjuangan Bung Karno untuk mewujudkan Kota Blitar yang maju, sehat, dan sejahtera menuju kota masa depan," kata Mas Ibin.
Acara haul tahun ini berlangsung sangat semarak namun tetap khidmat dengan diselenggarkannya Festival Ambengan, selawatan, serta pengajian akbar bersama KH Ali Maschan Moesa.
Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia penyelenggara juga membagikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu di Kota Blitar.