TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar mengerahkan sebanyak 14 mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Utara Makassar yang masih mengalami kendala distribusi air.
Direktur Utama PDAM Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade menyampaikan hal tersebut saat menghadiri dialog publik soal krisis air bersih di Makassar.
Diskusi diinisiasi MPW Pemuda Pancasila Sulsel di Kedai Kopi Aspirasi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sabtu (20/6/2026) sore.
Dialog tersebut dihadiri Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel St Diza Rasyid Ali.
Hadir pula dua anggota DPRD Makassar Basdir dan Tri Sulkarnain Ahmad, serta diikuti warga dari berbagai wilayah di Makassar.
Sejumlah warga secara bergantian menyampaikan keluhan terkait distribusi air bersih yang dinilai masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan utara.
Beberapa warga mengaku masih kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Suasana diskusi juga diwarnai sejumlah pertanyaan dan kritik dari masyarakat terkait persoalan distribusi air yang dinilai berulang.
Sebagian peserta meminta agar persoalan air bersih tidak hanya dibahas dalam forum diskusi, tetapi juga diikuti langkah nyata dan terukur.
Salah seorang warga Makassar Utara, Hamriani, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.
Bahkan sebelum berangkat bekerja, ia harus lebih dulu mencari dan mengangkut air bersih.
“Sebelum berangkat kerja, saya harus ngangkut air bersih dulu. Kita berharap ada hasil yang didapat dalam diskusi hari ini terkait kurangnya air bersih di Makassar, khususnya wilayah utara,” ujar Hamriani.
Menanggapi keluhan tersebut, Dirut PDAM Makassar Andi Syahrum Makkurade mengatakan pihaknya tengah melakukan beberapa langkah percepatan guna mengatasi persoalan distribusi air di wilayah utara.
Menurutnya, saat ini PDAM sedang dalam proses penyambungan instalasi pompa di kawasan Manggala yang ditargetkan dapat segera beroperasi.
“Untuk daerah Utara itu kita lagi progres untuk penyambungan instalasi pompa di daerah Manggala, insyaallah dua pekan lebih sudah bisa beroperasi,” katanya.
Selain itu, PDAM juga telah melakukan penyambungan jaringan pipa dari wilayah Maccini Sombala yang selama ini dinilai memiliki pasokan air relatif stabil.
“Pekan lalu juga kita sudah menyambungkan pipa dari Maccini Sombala karena di Maccini Sombala tidak pernah kehabisan air, jadi di situ kita sambung, insyaallah bisa tersambung sampai ke Jalan Gatot Subroto,” jelas Andi Syahrum.
Sebagai solusi jangka pendek, PDAM memaksimalkan pendistribusian air melalui armada mobil tangki.
“Setiap hari juga ada dua mobil tangki ke daerah Utara. Jadi ada 14 mobil tangki milik PDAM yang setiap hari jalan ke daerah Utara Makassar dan Kerung-Kerung,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel, St Diza Rasyid Ali, mengatakan dialog tersebut digelar untuk mencari solusi bersama atas persoalan air bersih yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan distribusi, tetapi juga menyangkut pembenahan sistem dan infrastruktur.
“Masalah yang muncul terkait air PDAM di Makassar itu seperti perawatan pipa yang sudah tua dan tidak diganti, ada juga yang bocor akibat penggalian. Jadi blueprint atau gambaran pipa PDAM di Makassar harus jelas,” katanya.
Diza menilai persoalan tersebut perlu segera dituntaskan mengingat Makassar selama ini terus berkembang sebagai kota metropolitan.
“Makassar dikatakan sebagai kota dunia, tapi kalau tidak ada air bagaimana caranya dikatakan sebagai kota dunia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi kehilangan air yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius.
“PDAM beli air 100 persen, yang diterima hanya 40 persen, 60 persennya nyangkut di mana? Ini yang harus dicari bersama,” pungkas Diza.
Diza menambahkan pihaknya siap mendukung PDAM dalam pengawasan terhadap dugaan pencurian air maupun persoalan lain yang memengaruhi distribusi.
“Kami di Pemuda Pancasila siap membantu PDAM. Tapi PDAM juga harus membenahi diri dari internalnya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, PDAM juga berencana kerja sama dengan sejumlah organisasi masyarakat terkait penghijauan lahan milik PDAM, pengawasan pencurian air, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam membayar tagihan air.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi langkah bersama untuk mengatasi persoalan krisis air bersih yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat Kota Makassar, khususnya di wilayah utara.
Laporan Tribun Timur/Erlan Saputra