TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kisah pengemudi ojek online (ojol) bernama Sulis Agung Wibowo terus menjadi perhatian publik usai videonya menangis saat motornya diangkut petugas Dinas Perhubungan (Dishub) viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Sulis tampak memohon kepada petugas agar motornya tidak dibawa.
Saat itu, ia baru saja mengambil pesanan pelanggan dari restoran Pisang Goreng Bu Nanik di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.
Meski motornya diamankan petugas karena parkir sembarangan, Sulis tetap berupaya menyelesaikan pesanan pelanggannya.
Tindakan Sulis itu mendapat apresiasi dari pihak Pisang Goreng Bu Nanik.
Perwakilan manajemen bahkan mendatangi Sulis dan memberikan santunan sebagai bentuk penghargaan atas etos kerjanya.
"Terima kasih, Pak, karena etos kerja bapak yang tinggi. Walau bapak tertimpa musibah seperti kemarin, bapak tetap menyelesaikan pesanan. Kami sangat salut," ujar perwakilan manajemen Pisang Goreng Bu Nanik dikutip dari Instagramnya pada Sabtu (20/6/2026).
Sulis juga sempat melakukan panggilan video dengan pemilik Pisang Goreng Bu Nanik yang turut memberikan dukungan.
Di tengah momen tersebut, Sulis mengenang pesan sang ibu yang selama ini menjadi pegangan hidupnya.
"Ibu saya bilang, walaupun sesulit apa pun kamu tetap harus jadi orang baik, karena kebaikan itu yang akan membalas kebaikan kamu terdahulu," kata Sulis.
Sebelumnya, insiden penertiban itu terjadi di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).
Pihak Sudinhub Jakarta Timur juga telah mendatangi rumah Sulis dan menyampaikan permohonan maaf.
Sulis pun mengakui kesalahannya karena memarkirkan motor di lokasi yang tidak semestinya.
Pihak Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur mendatangi rumah pengemudi ojek online (ojol), Sulis Agung Wibowo, di wilayah Bekasi, Sabtu (20/6/2026 setelah viralnya video penertiban motor miliknya di kawasan Jatinegara.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Sulis tampak memohon kepada petugas agar motornya tidak diangkut.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026).
Saat itu, motor yang dikendarai Sulis dinilai melanggar aturan karena parkir sembarangan.
Namun, ketika truk pengangkut milik Dinas Perhubungan hendak meninggalkan lokasi, Sulis naik ke pintu kemudi truk sambil berteriak memohon agar motornya tak dibawa.
Dengan membawa kantong belanjaan berisi pesanan pelanggan, ia mengaku baru mendapatkan order pertamanya setelah bekerja sejak pagi.
"Pak, tolong pak, saya butuh uang pak. Anak saya sekolah, saya butuh makan. Tolong rumah saya di Bekasi, bang tolong," kata Sulis dalam video yang viral.
"Belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6. Saya keluar baru ini, Pak," lanjutnya sambil menunjukkan bungkusan makanan kepada petugas.
Video tersebut memicu beragam respons dari masyarakat.
Sejumlah warganet menilai tindakan petugas kurang humanis dan terkesan tebang pilih.
Namun, tidak sedikit pula yang menilai pengemudi ojol tetap melakukan pelanggaran karena memarkirkan kendaraannya sembarangan.
Menindaklanjuti sorotan publik tersebut, jajaran Sudinhub Jakarta Timur mendatangi kediaman Sulis untuk bersilaturahmi sekaligus mengembalikan sepeda motor yang sempat diamankan pada Minggu (20/6/2026).
Dalam pertemuan itu, perwakilan Sudinhub Jakarta Timur menyampaikan permohonan maaf dan menjadikan insiden tersebut sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan penegakan aturan di lapangan.
"Ini menjadi pembelajaran buat kami. Ke depan akan kami perbaiki bagaimana melakukan penegakan hukum. Namun, kami juga berharap teman-teman tetap tertib berlalu lintas dan mematuhi rambu-rambu yang sudah ada," ujar perwakilan Sudinhub dikutip dari akun Instagram infojkt24.
"Kami dengan tulus dan ikhlas menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Sulis dan keluarga. Mudah-mudahan ini menjadi hal yang baik ke depan," lanjutnya.
Sementara itu, Sulis mengakui dirinya melakukan kesalahan dengan memarkirkan motor di lokasi yang tidak semestinya.
"Memang, saya juga minta maaf kalau saya salah. Ini menjadi teguran buat saya juga karena memang enggak boleh parkir sembarangan," kata Sulis.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa penegakan aturan lalu lintas perlu dilakukan secara tegas, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk mematuhi aturan parkir demi menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.