TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Malam yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi penuh kecemasan bagi Anti dan warga di sekitar lokasi kebakaran pabrik di Medan Johor, Sabtu (20/6/2026).
Saat melihat kobaran api semakin mendekati rumahnya, Anti hanya sempat menyelamatkan anggota keluarga dan berkas-berkas penting.
Perabotan serta harta benda lainnya terpaksa ditinggalkan karena keselamatan menjadi prioritas utama.
Hingga larut malam, ia dan warga lain masih bertahan di sekitar rumah dengan perasaan waswas, menyaksikan api yang belum sepenuhnya padam sambil memikirkan nasib tempat tinggal mereka.
Baca juga: Kebakaran Pabrik di Medan Johor, 2 Rumah Warga Dikabarkan Ikut Terbakar
Baca juga: PUTRIANI TAMBA Sempat Tolak Beri Kunci Brankas Sebelum Ditusuk 27 Kali, Pelaku Ketagihan Judol
Baca juga: 2 Jam Berlalu, Kebakaran Pabrik di Medan Johor Tak Juga Padam
"Ini gak bisa tenang, mau tidur di mana," ucapnya lirih.
Anti menceritakan bagaimana awal mula mengetahui kebakaran.
Awalnya, sekira pukul 20:00 WIB, ia sedang keluar rumah untuk membeli makanan tak jauh dari tempat tinggalnya.
Tak lama kemudian ia melihat api berkobar di belakang rumahnya, yang memang hampir berdempetan.
Kemudian, ia pulang meminta seluruh anggota keluarganya menyelamatkan diri.
Selain itu, mereka juga mengumpulkan berkas-berkas berharga.
Sedangkan perkakas, belum sempat mereka evakuasi karena khawatir api membakar rumah mereka.
"Awalnya ada ramai-ramai, seperti kebakaran dari pabrik mainan. Karena api semakin dekat ke rumah, saya masuk ambil berkas penting,"kata Anti.
Di Gang Buntu, Jalan Bangun Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, kurang lebih terdapat 11 rumah yang dihuni 11 kepala keluarga.
Menurut informasi yang didapat Anti, terdapat 2-3 rumah tetangga yang ikut terbakar.
Sebab, rumah korban berbatasan langsung dengan dinding pabrik.
Sedangkan rumah Anti, kurang lebih berjarak 50 meter dari pabrik pusat api.
Sampai saat ini, Anti dan warga sekitar tak berani jauh-jauh dari rumah mereka karena ada harta benda yang belum diselamatkan.
Akan tetapi, sebagian warga sudah mengangkat perkakas agar tidak ikut terbakar.
"Ini gak bisa tenang mau tidur dimana," katanya.
Sebelumnya, kebakaran melanda diduga pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (20/6/2026) malam.
Api mulai berkobar sekitar pukul 20:35 WIB, dan terus berkobar melalap seisi pabrik yang berada di gang sempit.
Selain api, asap hitam membumbung tinggi ke langit.
Suara dentuman berulang kali terdengar dari dalam pabrik.
Petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api yang kian menyala.
Masyarakat pun terus berdatangan, berkerumun di lokasi kejadian yang berada di jalan sekitar 3 meter.
(Cr25/Tribun-medan.com)