Legenda USMNT Beri Penilaian Tajam Soal Peluang Amerika Serikat Juara Piala Dunia 2026: 'Benar-Benar Mustahil'
Aurora Nightingale June 21, 2026 10:01 AM

Amerika Serikat menjadi salah satu kisah utama pada pekan pembuka Piala Dunia FIFA 2026 setelah meraih kemenangan beruntun atas Paraguay dan Australia, yang memastikan kelolosan mereka ke babak 32 besar dengan satu laga tersisa. Sebagai salah satu tuan rumah, mereka telah mencetak enam gol, hanya kebobolan satu kali, dan menjadi negara pertama di turnamen ini yang secara resmi memastikan posisi teratas di grup mereka.

Namun, di tengah optimisme besar terhadap tim asuhan Mauricio Pochettino, salah satu sosok paling dikenal dalam sepak bola Amerika Serikat masih belum yakin bahwa tim ini mampu menantang serius untuk memperebutkan trofi.

Mantan penjaga gawang tim nasional Amerika Serikat, Tim Howard, menilai bahwa gagasan Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia masih jauh dari kenyataan, meskipun mereka memulai turnamen di kandang sendiri dengan performa impresif.

Berbicara dalam podcast "Unfiltered Soccer" bersama mantan rekan setimnya, Landon Donovan, Howard memberikan penilaian yang sangat lugas mengenai peluang negaranya.

“Amerika Serikat harus memainkan pertandingan terbaik mereka sepanjang sejarah tiga kali berturut-turut,” kata Howard, sebelum segera mengoreksi pernyataannya. “Maaf, empat kali berturut-turut! ... Sangat mustahil bagi Amerika Serikat untuk memenangkan Piala Dunia.”

Pernyataannya muncul pada saat kepercayaan diri di sekitar tim nasional sedang berada di titik tinggi.

Awal Sempurna USMNT Picu Keyakinan yang Semakin Besar

Amerika Serikat membuka turnamen dengan kemenangan gemilang 4-1 atas Paraguay, kemudian melanjutkannya dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Australia di Seattle.

Kemenangan atas Australia memastikan tempat di babak gugur sekaligus menjamin posisi pertama di Grup D setelah Paraguay menang atas Türkiye pada hari yang sama.

Dengan hasil tersebut, Amerika Serikat mencapai sesuatu yang belum mereka lakukan hampir satu abad. Setelah kemenangan atas Paraguay dan Australia, USMNT mencatat kemenangan beruntun di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak turnamen perdana pada tahun 1930.

Hasil ini memicu antusiasme besar di kalangan pendukung, dengan beberapa mulai bertanya-tanya apakah laju panjang di kandang sendiri bisa benar-benar terjadi.

Kebangkitan tim juga tercermin dalam peringkat dunia. Amerika Serikat memulai turnamen di peringkat ke-17 dalam peringkat resmi FIFA yang dirilis pada 11 Juni. Dua kemenangan beruntun membuat mereka naik ke posisi ke-13 dalam peringkat sementara, memperkuat momentum positif di sekitar skuad Pochettino.

Howard, bagaimanapun, menegaskan bahwa masih ada perbedaan besar antara tampil baik di fase grup dan memenangkan trofi terbesar di sepak bola.

“Itulah kenyataannya,” ujarnya singkat.

Howard Sudah Prediksi Sukses Fase Grup Sebelum Laga Melawan Australia

Meski skeptis terhadap peluang juara, Howard tidak menutup mata terhadap performa mengesankan tim sejauh ini. Sebelum laga melawan Australia, mantan penjaga gawang Everton dan Manchester United itu memprediksi bahwa Amerika Serikat akan finis di puncak grup.

“Saya masih berpikir kita akan menang melawan Australia. Saya pikir kita akan memuncaki grup. Saya benar-benar percaya kita akan memenangkan tiga pertandingan di grup ini,” kata Howard.

Pada saat yang sama, ia mengakui bahwa berbagai skenario kualifikasi bisa memengaruhi pendekatan untuk laga terakhir melawan Türkiye.

“Sekarang ada skenario di mana jika Amerika Serikat menang melawan Australia, mereka bisa memastikan posisi pertama,” tambahnya. “Dan jika itu terjadi, maka saya tidak yakin kita akan memenangkan tiga pertandingan, karena mungkin kita akan menurunkan pemain cadangan dan mengistirahatkan pemain utama melawan Türkiye. Dalam kasus itu, mungkin kita tidak akan menang di laga ketiga.”

Dan skenario tersebut kini menjadi kenyataan, meski dengan sedikit perbedaan. Amerika Serikat sudah memastikan posisi teratas di Grup D, membuat Pochettino harus memutuskan apakah akan merotasi pemain kunci jelang babak gugur.

Sementara itu, Türkiye sudah tersingkir setelah kalah dari Australia dan Paraguay.

Donovan Melihat Alasan untuk Optimisme

Tidak semua orang sependapat dengan Howard. Landon Donovan mengakui bahwa skuad saat ini belum membuktikan bisa konsisten mengalahkan tim-tim elit, namun ia percaya Amerika Serikat mampu bersaing dengan siapa pun yang tersisa di turnamen ini.

Mantan penyerang itu menyadari bahwa ujian sesungguhnya masih menanti, tetapi ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan keberhasilan luar biasa timnya.

Donovan mengatakan bahwa Amerika Serikat “benar-benar bisa bersaing melawan tim mana pun di Piala Dunia ini.”

Komentarnya mencerminkan meningkatnya rasa percaya diri yang timbul dari dua performa awal yang sangat solid. Memenangkan satu laga di babak gugur akan menjadi kemajuan besar. Dua kemenangan akan membawa Amerika Serikat melangkah jauh ke tahap akhir turnamen dan menciptakan salah satu perjalanan paling berkesan dalam sejarah Piala Dunia mereka.

Howard tetap tidak yakin bahwa momentum ini bisa membawa mereka hingga ke trofi.

Zlatan Ibrahimovic Punya Pandangan Berbeda

Penilaian Howard sangat kontras dengan pandangan Zlatan Ibrahimovic dalam siaran Piala Dunia di FOX Sports. Setelah kemenangan atas Australia, pembawa acara Rebecca Lowe menanyakan kepada mantan penyerang Swedia tersebut apakah Amerika Serikat bisa menjuarai turnamen ini.

Jawaban Ibrahimovic hanya satu kata: “Ya.”

Jawaban singkat itu langsung memicu perdebatan, terutama karena dukungan Ibrahimovic terhadap tim Amerika terus meningkat selama turnamen berlangsung.

Babak Gugur Akan Jadi Ujian Sebenarnya

Untuk saat ini, Amerika Serikat telah melakukan semua yang diminta. Tim asuhan Pochettino menang meyakinkan atas Paraguay, tampil solid melawan Australia, dan menjadi tim pertama yang memastikan posisi puncak grup secara resmi.

Christian Pulisic, Tyler Adams, Folarin Balogun, dan seluruh skuad telah memberikan alasan nyata bagi para penggemar untuk optimistis menjelang babak gugur.

Pertanyaan utama kini adalah apakah optimisme tersebut bisa berubah menjadi perjalanan bersejarah di Piala Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.