Renungan Harian Katolik Minggu 21 Juni 2026, Wartakan Kebenaran Lawan Kejahatan
Edi Hayong June 21, 2026 10:19 AM

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Hari Minggu 21 Juni 2026 dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD berjudul Wartakan Kebenaran Lawan Kejahatan.

Renungan Harian Katolik dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan : ( Yer. 20:10-13; Mzm. 69:8-10.14.17.33-35; Rm. 5:12-15; Mat. 10:26:33)

"Janganlah kamu takut kepada mereka yang membunuh tubuh, tetapi tidak berkuasa membunuh jiwa." (Mat. 10:28a).

Orang Katolik adalah misionaris. Atau siapa pun pengikut Kristus adalah utusan ke tengah dunia.

Sebagai misionaris misi utama yang diusung ialah: mewartakan Injil Kristus secara utuh, mengembalikan kehendak dan melawan kejahatan. 

Cinta berlebihan akan barang-barang duniawi membuat manusia zaman ini berhala pada harta fana. Cara hidup berhala pada materi ini memunculkan banyak jurang menganga seperti kesenjangan sosial dan ketidakadilan.

Murid-murid Tuhan yang berjuang menegakkan kebenaran banyak dilawan. Kepentingan semu, mental instan memicu orang untuk bertahan dalam zona aman kebobrokan.

Sebab itu ketidakadilan, pembungkaman kebenaran, adalah menjadi hal lazim pada manusia zaman sekarang. Orang lebih memilih zona nyaman dengan tutup mulut ketimbang berteriak mewartakan kebenaran. 

Takut risiko diancam, disiksa dan bahkan dibunuh,  orang tidak berani mengatakan atau membela yang benar. Ingat menggemggam hal yang tidak benar dapat meninabobokan dalam menyepakati kejahatan, sudah pasti menghantar Anda menuju hukuman, kecelakaan dan maut.

Yesus menegaskan dalam cara dengan mental semu nyaman dengan diri sendiri, "Takutlah kepada Tuhan yang dapat membunuh baik tubuh maupun jiwa."

Kebaikan, kebenaran terus diperjuangkan sepanjang hidup, mesti ditantang, dibenci dan dimusuhi banyak orang. Beranilah bersaksi tentang keadilan dan kebenaran, Tuhan tetap menentang dan menghukum niat jahat dari aiapa pun. 

Tuhan setia melindungi orang miskin dan sederhana. Ia melepaskan nyawa orang papa dari tangan orang-orang yang berbuat jahat. Yeremia sebagai seorang nabi yang dipanggil masih sangat muda (usia belum genap 20 tahun), dipanggil dan diutus untuk menyuarakan kehendak Tuhan.

Sebagai alat Tuhan ia membongkar, menunjuk dan mengutuk yang jahat. Banyak lawannya , tetapi ia tetap setia kepada Tuhan dan misi yang diembangnya.

Ketika ia sudah tak sanggup membendungi musuh-musuhnya yang memfitnah, ia pun berdoa, "Ya Tuhan semesta alam, yang menguji yang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku." (Yer. 20:12). Niat jahat kandas di hadapan Tuhan. 

Sebab adanya pelbagai kejahatan dalam diri manusia adalah dosa. Upah dosa adalah maut. Adam telah menjadi penyebab semua kejahatan ini.

Orang beriman yakin bahwa Allah mau manusia hidup bersama Dia, maka oleh kasih karunia-Nya yang besar manusia dilindungi agar ia tidak jatuh. 

Yesus Kristus datang sebagai Mesias untuk menyelamatkan  manusia dan membuat dia berpartasipasi dan ikut ambil bagian dalam rencana keselamatan Allah.

Maut telah menjalar dan semua manusia tergoda untuk berdosa. Kendati demilkian maut tetap saja takluk di bawah kuasa Yesus oleh kasih karunia Allah. 

Mari melaksanakan misi Tuhan, patahkan belenggu kejahatan dengan menyerahkan seluruh hidup dan misi pada kehendak Allah.

Tantangan misi adalah rahmat istimewa. Allah mau manusia selamat dan tinggal bersama Dia. Takutlah hanya kepada Tuhan yang berkuasa membunuh baik badan mau jiwa.

Selamat Hari Minggu. Tuhan berkatimu semua.(RP. FF. Arso Kota, Minggu/Pekan Biasa XII/A/II, 210626).(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.