Profil Annabelle Maliangkay, Mahasiswi Unsrat Utusan Minahasa Utara Tembus Top 20 Finalis POI 2026
Indry Panigoro June 21, 2026 10:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Nama Annabelle Debora Athalia Maliangkay kini menjadi perhatian setelah berhasil menembus jajaran Top 20 Finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026 sebagai wakil Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut).

POI merupakan ajang nasional yang digelar Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk memilih duta perempuan muda dari berbagai kabupaten di Indonesia yang memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan otonomi daerah, serta kepedulian terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Perempuan yang akrab disapa Abel itu tak hanya membawa nama daerahnya di ajang nasional, tetapi juga mengusung gagasan pemberdayaan masyarakat melalui program bertajuk From Local to Vocal.

Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tersebut menjadikan isu layanan kesehatan sebagai fokus utama dalam proyek yang disiapkannya bersama tim POI Minahasa Utara.

Melalui program tersebut, Abel berencana melakukan sosialisasi mengenai Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah kepulauan Minahasa Utara.

"Data kami terkait UHC Non Cut Off, belum diketahui oleh masyarakat Minahasa Utara secara keseluruhan, khususnya masyarakat di daerah kepulauan," ungkap gadis kelahiran Manado 20 September 2007 itu.

Ia menambahkan, tentu untuk menjangkau seluruh masyarakat di suatu pulau tidak mudah.

"Sehingga yang menjadi sasaran kami adalah anak-anak muda di kepulauan yang paling aktif dalam hal bersosialisasi, agar kemudian melalui suara mereka," jelas Annabelle Debora Athalia Maliangkay saat diwawancara jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere, lewat sambungan WhatsApp, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa warga Minahasa Utara dapat memperoleh layanan kesehatan dan pengobatan gratis hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) daerah setempat.

Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tersebar di berbagai pulau.

Karena itu, sasaran utama program tersebut adalah generasi muda di wilayah kepulauan yang aktif berinteraksi dan memiliki pengaruh dalam lingkungan sosialnya.

Abel berharap para pemuda dapat menjadi penyambung informasi sehingga pemahaman mengenai program UHC Non Cut Off bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Konsep itulah yang kemudian melatarbelakangi penggunaan nama From Local to Vocal, yaitu mendorong masyarakat lokal menjadi penyampai informasi yang berdampak bagi komunitasnya.

Perjalanan Menuju Top 20

Keberhasilan Abel menembus Top 20 Finalis Putri Otonomi Indonesia 2026 tidak diraih secara instan.

Ia harus melewati sejumlah tahapan seleksi yang dimulai dari pemeriksaan administrasi hingga mengikuti pertemuan teknis secara daring.

Setelah itu, para peserta menjalani pra-karantina di Jakarta yang menjadi bagian dari proses penilaian menuju babak 20 besar.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari sejumlah narasumber sebelum mengikuti sesi tanya jawab untuk menguji kemampuan komunikasi dan public speaking.

Tahapan berikutnya adalah in-depth interview yang menjadi salah satu penilaian penting dalam proses seleksi.

Para peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Kementerian Koperasi Republik Indonesia serta stasiun televisi TVOne.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan busana daerah yang menampilkan kekayaan budaya masing-masing wilayah.

Abel mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mewakili Minahasa Utara di tingkat nasional.

Baginya, pencapaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah dan masyarakat Minahasa Utara kepada publik yang lebih luas.

"Tentu kami sangat bersyukur karena diberikan kesempatan yang luar biasa, secara resmi boleh mewakili Kabupaten Minahasa Utara dengan lolos ke 20 besar finalis Putri Otonomi Indonesia 2026," kata dia.

SOSOK - Gadis cantik Annabelle Debora Athalia Maliangkay (19), utusan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lolos Top 20 Finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026. Debora Athalia Maliangkay berbagi cerita terkait hal tersebut saat sesi indepth interview pra karantina (POI).
SOSOK - Gadis cantik Annabelle Debora Athalia Maliangkay (19), utusan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lolos Top 20 Finalis Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026. Debora Athalia Maliangkay berbagi cerita terkait hal tersebut saat sesi indepth interview pra karantina (POI). (Tribun Manado/Handout/Annabelle Debora Athalia Maliangkay)

Biodata Abel:

Nama lengkap/sapaan: Annabelle Debora Athalia Maliangkay / Abel

Tempat dan Tanggal Lahir: Manado 20 September 2007

Aktivitas: Mahasiswa & Freelance Model / Muse

Makanan favorit: Pizza

Genre lagu kesukaan: Pop

Hobi: Menonton series

Nama Keluarga; Maliangkay - Kindangen 

Riwayat Pendidikan:

TK - Kuliah: 

- TK Kristen Eben Haezar Manado

- SD Kristen Eben Haezar 1 Manado

- SMP Katolik Frater Don Bosco Manado 

- SMA Katolik Frater Don Bosco Manado 

- Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Komunikasi, Program Studi Ilmu Komunikasi (Semester 2)

Riwayat Organisasi:

- Sekretaris Ikatan Remaja Teladan Jemaat GMIM Sion Ranomuut 2023/2024

- Wakil Ketua OSIS SMA Katolik Frater Don Bosco Manado 2024/2025

- Pengurus Ikatan Nyong Noni Kebudayaan Sulut

- Ketua Ikatan Remaja Teladan GMIM Wilayah Manado Timur 2 2026/2027

- Koordinator Bidang Humas Remaja Teladan Rayon 1 Manado 2026/2027

Akun Media Sosial:

Instagram : @annabelledbra

(TribunManado.co.id/Crz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.