JD Vance Pimpin Misi Damai di Swiss, Tekan Israel & Lebanon agar Segera Hentikan Eskalasi di Kawasan
Tegar Melani June 21, 2026 10:42 AM

- Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengecam keras sikap brutal Israel dan meminta pasukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu menghentikan serangan di wilayah Lebanon. 

JD Vance mengibaratkan konflik yang terjadi sebagai siklus yang terus berulang, yakni satu serangan dibalas dengan serangan lainnya tanpa ada akhir yang jelas.

JD Vance juga mengkritik sejumlah menteri sayap kanan dalam kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Ia menilai mereka tidak mendukung upaya kesepakatan nuklir yang sedang diinisiasi Amerika Serikat dan dianggap tidak menghargai dukungan yang selama ini diberikan Washington.

Hal itu disampaikan JD Vance saat hendak menuju ke Swiss pada Sabtu (20/6) waktu setempat.

Kunjungan ini dilakukan untuk menghadiri pembicaraan diplomatik dengan pihak Iran serta negara-negara mediator.

JD Vance menjelaskan, fokus utama pertemuan tersebut adalah membahas dua isu penting. 

Yakni, soal kesepakatan nuklir dengan Iran dan upaya gencatan senjata di Lebanon.

Menurutnya, jeda pertempuran sangat penting agar ruang diplomasi bisa berjalan lebih efektif.

“Saya hanya bisa berada di sana satu atau dua hari. Kami berharap bisa membuat kemajuan dalam isu nuklir dan gencatan senjata di Lebanon,” kata Vance.

“Masalah besarnya adalah ada orang yang menembak lalu ada orang yang membalas, dan Anda menghadapi masalah seperti lebih mana ayam atau telur,” ujar Vance.

Meski situasi di lapangan masih tegang, Vance menilai ada tanda-tanda perbaikan dan penurunan intensitas konflik.

"Dia (Menteri Luar Negeri Marco Rubio) dan seluruh tim telah secara aktif mengelola apa yang terjadi di Lebanon," tambah Vance.

Ia juga menyebut tim diplomatik AS terus bekerja di belakang layar untuk mengelola situasi dan mendorong stabilitas di kawasan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.