Rentan Krisis Air Bersih Saat Musim Kemarau, Tiga Sumur Bor Baru Hadir di Desa Tanjung Tanahlaut
Ratino Taufik June 21, 2026 10:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pembangunan tiga titik sumur bor di Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, disambut penuh rasa syukur oleh pemerintah desa dan warga setempat. 

Kepala Desa Tanjung Sukandar, menyebut program kolaborasi Polres Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, dan Dinas PUPRP Kabupaten Tanahlaut tersebut menjawab kebutuhan mendasar masyarakat yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan saat musim kemarau.

Menurut Sukandar, kondisi geografis Desa Tanjung yang berada di dataran tinggi membuat ketersediaan air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi warga. Terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.

"Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi dan sangat senang dengan program air bersih dari Polres Tanahlaut bersama Dinas PUPRP itu," ucapnya, Minggu (21/6/2026).

Dikatakannya, air bersih menjadi kebutuhan paling mendasar masyarakat dan selama ini menjadi salah satu persoalan yang selalu dihadapi warga Desa Tanjung saat musim kemarau.

Ia menjelaskan, tiga titik sumur bor yang dibangun di Dusun I sangat membantu warga karena berada di 

kawasan permukiman padat penduduk. Selama ini, warga di wilayah tersebut kerap menghadapi kesulitan mendapatkan air ketika debit sumur gali mulai menurun.

"Lokasi yang mendapat program ini berada di bagian depan permukiman warga. Manfaatnya tentu sangat besar karena langsung dirasakan masyarakat sekitar dan juga sejumlah fasilitas umum," ujarnya.

Baca juga: Daftar Harga BBM Terbaru 21 Juni 2026 Saat Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Cek Pertamax di Kalsel

Meski demikian, Sukandar mengungkapkan masih banyak wilayah lain di desanya yang memerlukan perhatian serupa. 

Terutama kawasan trans yang berada di Dusun III, Dusun IV, dan Dusun V. Permukiman ini letaknya lebih dekat dengan kawasan pegunungan.

Menurutnya, daerah tersebut justru lebih rentan mengalami kekurangan air bersih karena sumber air yang tersedia relatif terbatas. Bahkan sejumlah sumur gali milik warga saat ini mulai mengalami penyusutan debit air.

"Kondisinya lebih rentan karena berada dekat pegunungan. Saat ini saja beberapa sumur gali sudah mulai berkurang debit airnya," ungkapnya.

Sukandar memperkirakan apabila cuaca panas masih berlangsung hingga satu bulan ke depan, banyak sumur gali warga berpotensi mengering. 

Kondisi itu akan memaksa masyarakat kembali mencari sumber air bersih dari lokasi lain yang masih memiliki cadangan air.

"Kalau kemarau terus berlanjut, kemungkinan besar sumur-sumur gali warga akan kering," papar Sukandar. 

Biasanya masyarakat harus melangsir air dari sumur bor yang ada atau mencari sumber air lain yang masih tersedia. Itu yang selama ini menjadi beban warga setempat ketika musim kemarau tiba.

Ia menambahkan, di kawasan trans sebenarnya sudah terdapat sumur bor, namun keberadaannya masih terbatas di lingkungan fasilitas umum yaitu masjid. Sementara untuk kebutuhan permukiman warga, fasilitas serupa belum ada.

Karena itu, Sukandar berharap program penyediaan air bersih yang digagas Polres Tanahlaut dan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini menjadi titik rawan kekeringan.

"Kami berharap program seperti ini bisa diperluas lagi. Warga di kawasan transmigrasi juga sangat membutuhkan akses air bersih. Jika ada tambahan sumur bor di wilayah tersebut, tentu akan sangat membantu masyarakat menghadapi musim kemarau," harapnya.

Sebelumnya, Polres Tanahlaut bersama Pemerintah Kabupaten Tanahlaut melaksanakan pembangunan tiga titik sumur bor di Desa Tanjung dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. 

Sumur bor tersebut akan melayani sekitar 67 kepala keluarga serta sejumlah fasilitas umum, mulai dari sekolah, mushala, puskesmas pembantu hingga posyandu. 

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.