Bupati Klaten Hamenang Puji Grebeg Pasar Masaran Cawas, Dongkrak Ekonomi Warga Lewat Budaya
Rifatun Nadhiroh June 21, 2026 11:13 AM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menilai Grebeg Pasar Masaran Cawas ke-XI yang digelar Sabtu (20/6/2026) menjadi contoh kolaborasi masyarakat dan pedagang dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Hamenang hadir bersama sejumlah pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Kadarwati.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo hadiri Grebeg Pasar Masaran Cawas ke-X
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menilai Grebeg Pasar Masaran Cawas ke-XI yang digelar Sabtu (20/6/2026) menjadi contoh kolaborasi masyarakat dan pedagang dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Kehadirannya disambut kirab budaya yang diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Di depan tenda kehormatan, Bupati menyaksikan penampilan sejumlah kontingen, mulai drumblek ibu-ibu PKK dan Karang Taruna, drumband pelajar, pertunjukan angklung, hingga kesenian tradisional dari berbagai sanggar seni.

Bupati juga menerima tumpeng secara simbolis yang diserahkan melalui Camat Cawas sebelum menerima cendera mata dari Paguyuban Pedagang Wangi.

Usai kegiatan, Hamenang mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Grebeg Pasar Masaran yang telah berlangsung selama 11 tahun.

Baca juga: Momen Warga Klaten Banjiri Grebeg Pasar Masaran Cawas ke-XI, 8 Gunungan dan 30 Tumpeng Jadi Rebutan

"Sore ini kami menghadiri agenda rutin tahunan dari teman-teman paguyuban pedagang di Pasar Cawas, namanya Grebeg Masaran Cawas. Alhamdulillah, ini sudah terselenggara yang ke-11," katanya.

Menurut Hamenang, kegiatan tersebut menunjukkan kekompakan pedagang dan masyarakat dalam menjaga tradisi.

"Tentu ini spektakuler dan luar biasa, bagaimana guyubnya warga masyarakat, guyubnya paguyuban pedagang untuk selalu memberikan suguhan yang menarik setiap tahun," ujarnya.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak sekadar hiburan rakyat.

Grebeg Pasar juga menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus bentuk rasa syukur atas hasil usaha para pedagang.

HASIL BUMI - Gunungan hasil bumi saat puncak Grebeg Pasar Masaran Cawas XI di Pasar Masaran, Kecamatan Cawas, Klaten, Sabtu (20/6/2026).
HASIL BUMI - Gunungan hasil bumi saat puncak Grebeg Pasar Masaran Cawas XI di Pasar Masaran, Kecamatan Cawas, Klaten, Sabtu (20/6/2026). (TribunSolo.com/Ibnu DT)

"Ini kegiatannya luar biasa. Ada nguri-nguri kebudayaannya, kemudian mereka berbagi dan juga sekaligus mensyukuri hasil bumi serta rezeki yang telah diterima pedagang Pasar Masaran," jelasnya.

Baca juga: Bupati Hamenang: MoU Pemkab Klaten-KPU Bukti Komitmen Wujudkan Demokrasi yang Lebih Baik

Hamenang berharap kegiatan serupa mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Semoga kegiatan semacam ini bisa menambah perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat."

"Doa kami yang terbaik untuk semua pedagang. Semoga dengan selalu berbagi ini tidak berkurang rezekinya, tetapi justru bertambah dan berlimpah," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.