Sambut Positif Wajah Baru Jalan HR Rasuna Said Jaksel, Ini Catatan Warga
Dwi Rizki June 21, 2026 11:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penataan total koridor Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendapat respons positif dari warga, Minggu (21/6/2026).

Indri (40), warga Pasar Manggis, Jakarta Selatan, mengaku senang melihat wajah baru kawasan tersebut yang kini lebih rapi, luas, dan nyaman setelah 109 tiang monorel mangkrak dibongkar.

Menurut Indri, wajah baru Rasuna Said memberikan kesan yang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Ia menilai fasilitas yang hadir setelah penataan kawasan membuat akses warga menjadi lebih nyaman.

"Wajah Rasuna Said keluar yang baru ya. Terus fasilitasnya tadi sih luar biasa banget. Senang, happy, terus buat akses ke mana-mana juga jadi banyak. Jadi senang aja sih sama wajah Jakarta yang sekarang," kata Indri saat ditemui Wartakotalive.com usai
mengikuti kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan tersebut.

Sebagai warga yang tinggal dekat dengan kawasan tersebut, Indri juga mengaku akan lebih mudah memanfaatkan ruang publik yang kini tersedia di Rasuna Said.

"Kalau buat CFD, di mana saja enggak apa-apa sih. Kebetulan kalau ke sini lebih dekat dari rumah," ujarnya.

Baca juga: Pramono Resmikan Wajah Baru Kawasan Rasuna Said dan Halte Setiabudi

PENATAAN KOTA - Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (21/6/2026). Wajah baru kawasan HR Rasuna Said mendapat respons positif dari warga.
PENATAAN KOTA - Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (21/6/2026). Wajah baru kawasan HR Rasuna Said mendapat respons positif dari warga. (Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti)

Untuk penataan kawasan Rasuna Said sendiri, Indri menilai hasilnya sudah cukup baik. Ia hanya berharap aspek keamanan di ruang publik terus diperkuat agar masyarakat semakin nyaman beraktivitas.

"Sudah oke sih, mungkin ditingkatkan lagi pengamanannya," tuturnya.

Menjelang peringatan HUT ke-499 Jakarta, Indri berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan publik, terutama di bidang pendidikan dan transportasi.

"Kalau pendidikan mungkin ditingkatkan lagi mutunya. Terus fasilitas transportasi juga diperbagus dan diperbanyak, jadi orang-orang bisa beralih ke transportasi umum," katanya.

Senada dengan Indri, Puti (35) mengaku terkesan dengan perubahan kawasan Rasuna Said yang kini memiliki jalur pedestrian lebih luas dan nyaman.

Menurutnya, keberadaan trotoar yang lebih baik akan mendorong masyarakat untuk lebih aktif berjalan kaki dan berolahraga.

"Lebih bagus. Saya suka dengan konsepnya. Apalagi buat kami yang suka lari jadi banyak opsi (pilihan). Dengan pedestrian seperti ini jadi lebih banyak orang yang jalan kaki. Jadi mendukung masyarakat untuk lebih sehat," kata Puti yang tinggal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Ia menilai penataan koridor tersebut mengikuti keberhasilan kawasan Sudirman yang telah lebih dulu dikenal ramah bagi pejalan kaki.

"Kalau Sudirman kami lihat bagus banget. Apalagi sekarang diperluas ke arah sini, sangat bagus. Memang kami harus memfokuskan masyarakat untuk ayo bergerak," ujarnya.

Selain memperluas ruang gerak pejalan kaki, Puti menilai penataan kawasan juga mempercantik wajah ibu kota.

Ia berharap revitalisasi sungai yang melintas di kawasan tersebut dapat segera diselesaikan agar kawasan semakin menarik.

"Jadi cantik. Apalagi tadinya sungai ini jelek banget. Kasihan melihatnya di tengah-tengah kota," katanya.

Puti juga mengaku merasakan manfaat penataan tersebut saat berkendara di kawasan Kuningan. Menurutnya, arus lalu lintas menjadi lebih lancar dibandingkan sebelumnya.

"Kalau nyetir berasa banget. Dulu untuk masuk ke jalur cepat itu sempit. Sekarang jadi enggak macet. Itu jadi enak banget," ungkapnya.

Ia berharap penataan serupa tidak hanya dilakukan di kawasan strategis Jakarta, tetapi juga diperluas ke wilayah lain secara bertahap.

"Seluruh Jakarta kalau bisa. Ini memang bermanfaat banget menurut saya," katanya.

Puti menambahkan, keberadaan pedestrian yang nyaman juga dapat mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum karena akses menuju halte dan stasiun menjadi lebih mudah.

"Kalau ada pedestrian seperti ini kan kita jadinya lebih mendukung naik transportasi. Kalau enggak, kita malas karena jalannya ribet," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan kawasan. 

Menurutnya, pemerintah dapat menambah fasilitas pendukung seperti tempat sampah, penerangan jalan, CCTV, hingga vending machine agar ruang publik semakin nyaman digunakan masyarakat.

"Harapannya warga juga bisa menjaga. Jangan buang sampah sembarangan. Penerangan dan CCTV juga penting supaya orang enggak macam-macam," katanya.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi pukul 06.28 WIB, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan penataan Jalan H.R. Rasuna Said dan Halte Setiabudi Integritas, Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2026) pagi.

Proyek sepanjang 3,8 kilometer tersebut menghapus jejak tiang monorel mangkrak, memperlebar ruang publik, dan menghadirkan koridor pedestrian yang lebih ramah pejalan kaki sebagai bagian dari perayaan HUT ke-499 Jakarta.

PERESMIAN HR RASUNA SAID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto meninjau menyusuri koridor Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (21/6/2026) pagi. Sebelumnya jalan tersebut dipenuhi tiang monorel mangkrak, kini kawasan tersebut tampak lebih lapang setelah 109 tiang monorel dibongkar dan area jalan ditata ulang.
PERESMIAN HR RASUNA SAID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto meninjau menyusuri koridor Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (21/6/2026) pagi. Sebelumnya jalan tersebut dipenuhi tiang monorel mangkrak, kini kawasan tersebut tampak lebih lapang setelah 109 tiang monorel dibongkar dan area jalan ditata ulang. (Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti)

Peresmian dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto dan Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Sutiyoso atau Bang Yos.

Turut hadir Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Welfizon Yuza, serta Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo.

Sebelum peresmian, Pramono meninjau Halte Transjakarta non-BRT Setiabudi Integritas 1 yang baru dibangun dan terintegrasi dengan Stasiun LRT Setiabudi Integritas. 

Setelah itu, ia juga meresmikan pemberian hak penamaan (naming rights) pada Halte Transjakarta BRT Setiabudi Integritas sebagai bagian dari penguatan identitas kawasan dan integrasi transportasi publik di koridor tersebut.

Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi pukul 06.28 WIB Pramono berjalan menyusuri koridor Jalan Rasuna Said yang sebelumnya dipenuhi tiang monorel mangkrak. Kini kawasan tersebut tampak lebih lapang setelah 109 tiang monorel dibongkar dan area jalan ditata ulang.

Jalan Rasuna Said dilengkapi trotoar baru yang membentang dari kawasan Flyover Setiabudi hingga persimpangan Kedutaan Besar Malaysia.

Trotoar tersebut dilengkapi jalur disabilitas, kursi-kursi publik, serta sejumlah tanaman anggrek bulan yang menjadi daya tarik warga untuk berfoto.

Pramono berjalan menyusuri koridor Jalan Rasuna Said yang sebelumnya dipenuhi tiang monorel mangkrak. Kini kawasan tersebut tampak lebih lapang setelah 109 tiang monorel dibongkar dan area jalan ditata ulang.

Jalan Rasuna Said dilengkapi trotoar baru yang membentang dari kawasan Flyover Setiabudi hingga persimpangan Kedutaan Besar Malaysia.

Trotoar tersebut dilengkapi jalur disabilitas, kursi-kursi publik, serta sejumlah tanaman anggrek bulan yang menjadi daya tarik warga untuk berfoto.

Meski demikian, pembangunan halte Transjakarta non-BRT di kawasan tersebut masih tahap penuntasan. 

Dari total 7 halte yang direncanakan, saat ini baru empat halte yang telah tersedia, yakni Halte Setiabudi Integritas, Halte Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Halte Kuningan Madya 1, dan Halte Setiabudi Kuningan. 

Sementara lima halte lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Di sepanjang koridor juga ditanam sedikitnya 14 pohon anggrek bulan dengan ragam warna bunga, mulai dari ungu hingga putih. 

Selain itu, sejumlah pohon baru dan hamparan rumput turut mempercantik kawasan, menciptakan suasana yang lebih hijau dan asri.

Tak hanya itu, terdapat pula jembatan kecil yang akan menghubungkan area trotoar dengan sisi seberang Kali Cideng. Namun, kawasan bantaran kali tersebut masih dalam proses penataan, sementara kondisi air sungai masih terlihat keruh.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.