TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE – Harga cabai di Pasar Sentral Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, masih bertahan tinggi.
Cabai rawit dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram pada Minggu (21/6/2026).
Pasar Sentral Makale berada di Jalan Tondon Mamullu, Kecamatan Makale.
Makale merupakan ibu kota Kabupaten Tana Toraja.
Kabupaten ini berada di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan, sekitar 310 kilometer di utara Kota Makassar atau dapat ditempuh sekitar 7 hingga 8 jam perjalanan darat.
Tana Toraja dikenal sebagai daerah tujuan wisata budaya dan penghasil kopi, sekaligus menjadi pusat perdagangan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat di kawasan Toraja.
Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Sentral Makale, Api' Reski Alik, mengatakan harga bumbu dapur relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir.
"Harga cabai rawit sekarang sekitar Rp55 ribu sampai Rp60 ribu per kilogram. Kalau cabai merah Rp50 ribu per kilogram, sedangkan cabai keriting Rp35 ribu per kilogram," ujarnya saat ditemui di kios Usaha Naomi.
Selain cabai, bawang merah dijual Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, tergantung ukuran.
Bawang putih dipatok Rp40 ribu per kilogram.
Sementara tomat dijual Rp20 ribu per kilogram.
Di tengah harga cabai yang masih tinggi, kabar baik datang dari komoditas telur ayam.
Harga telur turun cukup signifikan.
Saat ini telur ayam dijual Rp45 ribu per rak.
Sebelumnya, harga telur sempat mencapai Rp58 ribu per rak.
Penurunan harga itu disambut baik masyarakat.
Terutama mahasiswa dan anak kos yang menjadikan telur sebagai salah satu sumber lauk sehari-hari.
Seorang anak kos di Makale, Septiani, mengaku bersyukur atas turunnya harga telur.
"Syukur sekali karena harga telur sekarang sudah murah. Lumayan untuk stok anak kos," katanya.
Pantauan Tribun-Timur.com sejak pagi menunjukkan aktivitas jual beli di Pasar Sentral Makale berlangsung ramai.
Pedagang sibuk menata dagangan dan melayani pembeli.
Kendaraan keluar masuk area pasar silih berganti.
Suara klakson terdengar bersahut-sahutan.
Pembeli tampak membawa kantong plastik berisi kebutuhan pokok yang baru dibeli.
Meski harga cabai rawit masih tinggi, aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Makale tetap berjalan normal.
Pasar ini menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat Tana Toraja.