TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen - Pematangsiantar, Effendi MS Simbolon MS Simbolon mengungkap HKBP bakal memiliki rumah sakit internasional di Kota Medan dalam waktu 2,5 tahun ke depan.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Wisuda VIII Periode I Tahun 2026 di Aula UNHKBP - Pematangsiantar, Sabtu (20/6/2026).
Kepada Ephorus Pdt Victor Tinambunan dan jajaran senat Universitas HKBP, wisudawan dan orangtua/wali, Effendi MS Simbolon menyebut saat ini yayasan terus berjuang memperbaiki peningkatan kualitas universitas HKBP menjadi unggul pada tahun depan.
“Sekitar 1,5 bulan lalu kita semua menggelar rapat dengan pembina menuju universitas unggul. Bagaimana persyaratan Tri Dharma itu bisa kita penuhi. Kita mulai perbaikan sarana dan prasarana, laboratorium dan penganggaran penelitian serta pengabdian masyarakat,” kata Effendi MS Simbolon seraya menyebut alokasi untuk UNHKBP Pematangsiantar mencapai Rp 2,7 miliar.
Effendi juga meminta pendampingan dari perwakilan LLDikti Wilayah I Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi.
Sehingga tahun depan, predikat akreditasi unggul sudah dipegang Universitas HKBP.
Adapun jumlah mahasiswa/i yang diwisuda pada periode ini mencapai 207 orang. Masing-masing FKIP dengan 185 wisudawan, FMIPA sebanyak 13 orang dan FT dan Sumber Daya Air sebanyak 9 orang.
Kepada wisudawan/i Effendi berharap ilmu yang selama ini dipelajari bisa diimplementasikan di lapangan dan jenjang yang lebih tinggi. Ia sendiri patut berbangga karena mayoritas mahasiswa lulus dengan predikat IPK yang tinggi dan optimis dapat diterima bursa kerja.
Pembangunan Nommensen International Hospital di Medan
Dalam kesempatan ini, Effendi MS Simbolon juga menyampaikan bahwa Yayasan Universitas HKBP Nommensen telah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memproyeksikan pembangunan rumah sakit berstandar internasional.
“Kita sedang menggas pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Medan. Karena kebutuhan terhadap Fakultas Kedokteran juga tak bisa ditawar lagi. Kita sedang mengkaji ini karena banyak nilai tambahnya,” kata Effendi.
Nantinya Nommensen International Hospital akan dibangun di area Universitas HKBP Nommensen di Medan sehingga berada tepat di jantung ibukota Provinsi Sumatera Utara. Diperkirakan, biaya pembangunan menelan hampir Rp 1 Triliun.
“Kemenkes sangat mendukung penuh. Setelah pembicaraan selama empat jam, mereka mengingatkan untuk lebih prudent lagi. Mungkin nanti proyek rumah sakit akan kerjasama investasi. Rumah sakit akan dibangun 17 lantai dengan ketersediaan 259 hingga 400 kamar,” pungkasnya.
(alj/tribun-medan.com)