TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus melakukan pembenahan terhadap Museum Daerah Sulawesi Utara agar tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi benda bersejarah.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus atau biasa disapa (YSK), museum kini diarahkan menjadi pusat edukasi modern, destinasi wisata budaya, sekaligus ruang yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.
Transformasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan museum yang lebih menarik, interaktif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Berbagai inovasi akan diterapkan, mulai dari pemanfaatan teknologi digital, penyajian multimedia interaktif, hingga penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dengan konsep tersebut, museum diharapkan menjadi tempat belajar yang diminati pelajar, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Sulawesi Utara.
Tak hanya berfungsi sebagai sarana pendidikan, Museum Daerah Sulawesi Utara juga diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang menampilkan kekayaan sejarah, seni, tradisi, dan identitas budaya daerah dalam kemasan yang lebih modern.
Pemerintah Provinsi Sulut optimistis pengembangan museum akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan diyakini akan membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, seniman, pelaku ekonomi kreatif, pemandu wisata, hingga sektor jasa lainnya.
Selain itu, museum akan difungsikan sebagai pusat berbagai kegiatan budaya, seperti pameran, festival, pertunjukan seni, seminar, hingga promosi produk unggulan daerah yang melibatkan masyarakat.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, menegaskan museum harus menjadi ruang yang hidup dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Museum harus menjadi pusat edukasi modern, destinasi pariwisata budaya modern, sekaligus penggerak ekonomi daerah yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Utara," tegas YSK.
Melalui transformasi tersebut, Museum Daerah Sulawesi Utara diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pelestarian budaya, dan salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi daerah di masa depan. (Ren)
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini