TRIBUNPADANG.COM, PADANG– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,7 dan 3,5 mengguncang wilayah barat daya Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (21/6/2026) pagi.
Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah daerah, termasuk Kota Padang.
Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 09.33 WIB dengan magnitudo 4,7.
Pusat gempa berada pada koordinat 1,28 Lintang Selatan dan 99,82 Bujur Timur atau sekitar 81 kilometer barat daya Pariaman, Sumatera Barat, dengan kedalaman 28 kilometer.
Selang sekitar 15 menit kemudian, BMKG kembali mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 3,5 pada pukul 09.48 WIB.
Gempa susulan tersebut berada di lokasi yang hampir sama, yakni 81 kilometer barat daya Pariaman dengan kedalaman 25 kilometer.
Pantauan TribunPadang.com di kawasan Komplek Lubuk Gading I, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menunjukkan warga berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi.
Sejumlah warga tampak panik karena getaran yang dirasakan cukup kuat. Kabel-kabel listrik dan sejumlah benda yang tergantung juga terlihat bergoyang akibat guncangan tersebut.
Warga memilih berkumpul di area terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Setelah situasi dinilai aman dan tidak lagi terasa getaran, sekitar lima menit kemudian warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Salah seorang warga Lubuk Buaya, Alif, mengaku terkejut saat gempa terjadi. Ketika itu ia sedang berada di depan rumah bermain bersama istri dan anak-anaknya.
Menurutnya, sebelum merasakan guncangan, ia terlebih dahulu mendengar suara gemuruh yang berasal dari arah rumah.
"Saat itu saya sedang bermain bersama istri dan anak-anak di depan rumah. Tiba-tiba terdengar suara seperti gemuruh dari rumah yang bergetar," katanya.
Tak lama kemudian, tanah mulai bergoyang dan guncangan terasa semakin kuat. Alif pun langsung mengamankan anak-anaknya dengan memegang dan memeluk mereka.
"Saya langsung fokus mengamankan anak-anak karena guncangannya cukup terasa," ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan warga lainnya, Roby. Ia mengaku sedang tertidur ketika gempa terjadi.
Roby mengatakan, suara gemuruh yang terdengar dari dalam rumah membuatnya terbangun sebelum akhirnya merasakan guncangan yang semakin kuat.
"Tadi saya sedang tidur. Awalnya saya mendengar suara rumah seperti bergemuruh, itu yang membuat saya terbangun," katanya.
Setelah terbangun, ia sempat duduk sejenak untuk memastikan apa yang terjadi. Namun tidak lama kemudian, guncangan terasa semakin kuat disertai suara gemuruh yang makin jelas.
"Kemudian tidak sampai sedetik, ternyata guncangannya semakin kencang dan bunyi gemuruhnya semakin kuat. Saya langsung lari ke luar rumah," ujarnya.