SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menilai karakter wisatawan saat momen libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru (Nataru), berbeda dengan pola libur sekolah.
Menurut Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, saat momen libur sekolah perlu strategi yang harus dilakukan pelaku perhotelan agar okupansi mencapai angka yang diharapkan.
Itu karena durasi libur sekolah berlangsung lebih lama dibanding momen liburan lainnya, sehingga pola kunjungan wisatawan lebih sulit diprediksi karena tak dapat ditentukan puncak kunjungannya.
“Libur sekolah sekitar 20 hari. Kami sulit memprediksi kapan puncak kunjungannya."
"Sehingga hotel tidak bisa mematok tarif terlalu tinggi dan tingkat okupansi juga belum tentu bisa menyamai saat Lebaran maupun Nataru,” kata Sujud Hariadi kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (21/6/2026).
Baca juga: Respons Pemkot Batu Soal Pemberian Stimulus Tarif Transportasi saat Libur Sekolah, Natal-Tahun Baru
Untuk itu, PHRI Kota Batu mendorong seluruh hotel menerapkan strategi penyesuaian tarif secara dinamis sesuai kondisi pasar selama masa liburan ini.
Hal ini dilakukan agar menarik wisatawan untuk menginap di Kota Batu.
Selain strategi tarif, PHRI Kota Batu juga memperkuat kolaborasi antara sektor perhotelan dan pengelola destinasi wisata dengan menawarkan paket bundling hotel berupa tiket masuk taman rekreasi atau tempat wisata.
“Tentunya kami harus berhati-hati dalam menentukan tarif kamar dari hari ke hari di momen seperti ini."
"Tujuannya agar harga tetap kompetitif,” ujarnya.
Dengan adanya skema tersebut, PHRI Kota Batu berharap kunjungan dan okupansi hotel di Kota Batu meningkat sekalipun tak setinggi saat libur Lebaran maupun Nataru.
“Saat ini kami sedang mendorong kerja sama antara hotel-hotel di Kota Batu dengan berbagai taman rekreasi."
"Konsepnya berupa bundling antara kamar hotel dan tiket wisata sehingga harga yang diterima wisatawan terasa lebih ramah di kantong,” ungkapnya.
PHRI berharap, strategi kolaborasi tersebut dapat meningkatkan minat wisatawan untuk menghabiskan masa libur sekolah di Kota Batu, sekaligus menjaga perputaran ekonomi sektor pariwisata selama periode liburan pertengahan tahun.
“Harapan kami okupansi hotel dapat terus merangkak naik dengan strategi yang telah diterapkan pelaku perhotelan di Batu,” pungkasnya.
Baca juga: Gejolak Warga Sumber Brantas Kota Batu Terkait Izin Pengeboran Sumur PT Esa Suwardhahana Thani