Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah proses pemulihan pasca-stroke, Anggia Novita tetap menunjukkan semangat berkarya.
Mantan istri aktor Ferry Irawan itu resmi merilis original soundtrack (OST) film Juminten Edan, sebuah proyek yang menandai debutnya sebagai produser soundtrack film.
Anggia Novita kembali aktif di dunia kreatif lewat perilisan original soundtrack (OST) film Juminten Edan.
Lagu itu menjadi langkah baru bagi Anggia karena untuk pertama kalinya ia terlibat sebagai produser OST sebuah film layar lebar.
Proyek ini menjadi bagian penting dari film Juminten Edan yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Juli 2026 mendatang.
Tak hanya sebagai produser soundtrack, Anggia juga terlibat sebagai eksekutif produser film tersebut.
OST Juminten Edan diciptakan oleh musisi Kukuh Kudamai dengan proses pengerjaan yang berlangsung sekitar dua bulan.
Untuk membawakan lagu tersebut, Anggia mempercayakan vokal kepada penyanyi asal Yogyakarta, Tania Dewi Astarina.
"Sebagai penyanyi yang sering menang lomba lagu daerah, karakter vokal dia (Tania) cukup potensial membawakan lagu OST," ucap Anggia Novita di kawasan Kemang Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026).
"Karena memang konsepnya tradisional. Sesuai dengan mood filmnya," kata Anggia.
Menurut Anggia, pemilihan Tania juga didukung popularitas sang penyanyi di Yogyakarta.
Selain itu, proses produksi berjalan lebih efektif karena Tania, arranger Dindin Hugo Agoesto, dan Kukuh Kudamai berada dalam satu tim yang sama-sama berdomisili di Kota Pelajar.
Keterlibatan para musisi asal Yogyakarta dinilai selaras dengan film Juminten Edan yang sebagian besar mengambil latar dan lokasi syuting di kota tersebut.
Baca juga: Produser Anggia Kharisma Hadirkan Film Na Willa, Angkat Peran Ibu Bentuk Proses Belajar Anak
Meski menjadi pengalaman pertamanya memproduseri soundtrack film, Anggia mengaku tidak menghadapi kendala berarti.
Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi dengan pencipta lagu, komposer, dan tim produksi agar lagu yang dihasilkan mampu merepresentasikan karakter utama film.
Lewat rumah produksinya, Digital Frame Production, Anggia bahkan menggarap OST ini dalam dua versi genre, yakni pop dan keroncong.
Kedua versi tersebut dirancang mengikuti emosi dan alur cerita yang diangkat dalam film.
"Di tengah proses pembuatan OST ada aku kasih masukan sedikit. Ini biar film jadi lebih bernyawa dan sinergi dengan karakter lagu sama dengan filmnya," tuturnya.
"Orang yang tuna wicara, bertekad semangat menyelamatkan suami dan anaknya. Apa yang ada dalam hatinya diceritakan dalam lagu ini," ujar Anggia.
Dalam proses pengerjaannya, Anggia juga mendapat dukungan dari Trinity Optima Production yang telah lama berkecimpung di industri musik Indonesia.
Bagi Anggia, musik bukanlah dunia yang asing. Ia pernah mengelola event organizer pada periode 2003 hingga 2008 dan terlibat dalam kerja sama promosi musik, termasuk menangani band Ungu bersama Trinity.
Perempuan yang kini fokus mengembangkan proyek musik dan film itu mengaku keterlibatannya dalam OST Juminten Edan menjadi bagian dari upaya bangkit di tengah masa pemulihan kesehatan.
"Dalam proses penyembuhan stroke, saya memberanikan diri mengerjakan sesuatu karena memang saya menyukai musik," kata Anggia.