Ginjal Kolaps saat Marathon, Mungkinkah Efek Dehidrasi? Ini Kata Dokter
GH News June 21, 2026 02:09 PM
Jakarta -

Di dalam dunia lari marathon, pelari 'kolaps' seringkali disebabkan karena masalah jantung atau kardiovaskular. Namun, tak banyak yang tahu bahwa organ lain yang juga bisa tumbang akibat aktivitas fisik yang terlampau ekstrem, yakni ginjal.

Salah satu pemicu ginjal kolaps saat marathon adalah kondisi bernaman (rabdomiolisis), yaitu kondisi kerusakan jaringan otot. Kerusakan ini melepaskan komponen serat otot (seperti protein mioglobin dan elektrolit) ke dalam aliran darah, yang berisiko tinggi memicu gagal ginjal akut dan gangguan irama jantung.

" akibat latihan berlebihan, seperti lari marathon dapat menyebabkan pecahnya sel-sel otot, sehingga menyebabkan rhabdomiolysis yang mengakibatkan gangguan ginjal akut," kata dokter spesialis penyakit dalam dr Jonny, SpPD-KGH, MKes, MM, DCN, FINASIM kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

"Apabila penanganannya kurang cepat, gangguan ginjal akut yang terjadi dapat mencapai stadium 3 yang memerlukan tindakan dialisis," sambungnya.

Apa Pemicunya?

Dihubungi terpisah, dokter spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengatakan ada beberapa faktor yang mungkin memicu seseorang mengalami rhabdomyolysis, yakni terkait pemanasan dan kekurangan cairan.

"Salah satu penyebabnya sebenarnya kalau pemanasannya itu tidak gradual ya atau mungkin dia merasa bahwa sudah biasa, dia langsung tancap gitu. Bisa dihindari dengan pemanasan yang gradual misalnya," kata dr Tunggul.

"Salah satu faktor (kekurangan cairan) tapi bukan itu utamanya. Tapi kalau itu dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa menjadi

Ancaman Rhabdomyolisis di Balik Tren Lari
3 Konten
Kerusakan sel-sel otot akibat aktivitas fisik yang ekstrem juga bisa dialami oleh pelari marathon ketika memaksakan tubuh melebihi batas-batas kemampuannya. Dokter mengingatkan risiko Rhabdomyolisis, yang dampaknya bikin ginjal bisa kolaps.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.