TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hari itu, sebuah challenge spontan dari Jestham menghampiri seorang driver ojol perempuan yang sedang bekerja. Dengan santai, Jestham melemparkan sebuah bola berisi uang. Tanpa diduga, sang driver dengan refleks yang luar biasa berhasil menangkap bola tersebut. Sorak-sorai kegirangan pun pecah, momen sederhana yang ternyata menjadi gerbang menuju sebuah cerita hidup yang jauh lebih dalam dan penuh makna.(05/10/25)
Saat Jestham bertanya tentang rencana penggunaan uang tersebut, jawabannya langsung menyentuh relung hati. "Ini untuk bayar uang sekolah anak lagi," ujarnya dengan polos. Ternyata, di balik setir motornya, Ia adalah seorang Ibu yang telah berumah tangga dan dikaruniai dua orang anak. Semangatnya mengayuh kendaraan setiap hari ternyata memiliki tujuan yang sangat mulia, memastikan masa depan buah hatinya tercerahkan.
Dengan senyum yang berusaha tegar, Kakak ojol ini bercerita tentang pesannya untuk anak-anaknya. "Kak, Dek... Mami berjuang untuk mencari makan, untuk sekolah adik sama kakak," ujarnya, menyampaikan isi hatinya. Ia berharap anak-anaknya rajin sekolah agar kelak bisa meringankan beban sang Ibu. Namun, di balik kata-kata penyemangat itu, tersimpan sebuah perjuangan hidup yang sangat berat.
Air mata tak terelakkan ketika Jestham menanyakan alasan di balik kesedihannya. Dengan suara bergetar, Ia membuka tabir bahwa dirinya adalah seorang orang tua tunggal. "Saya kan bercerai sama suami saya," katanya. Yang lebih memilukan, mantan suaminya sama sekali tidak memberikan nafkah, bahkan untuk sekadar dikontak pun Ia enggan memberi. Sang suami memilih pergi dan telah membangun keluarga baru, meninggalkannya berjuang sendirian.
Mendengar pengakuan hati itu, Jestham pun tak kuasa menahan haru. Ia mengakui betapa luar biasanya kekuatan seorang Ibu yang tetap tegar dan semangat meski diterpa badai kehidupan. Perjuangan tanpa pamrih ini adalah bukti nyata cinta kasih seorang Ibu kepada anak-anaknya. Namun, kisah haru ini belum berakhir.
Untuk semakin meringankan beban sang Kakak, Jestham punya kejutan kecil lagi. Ia memberikan tantangan tambahan berupa kuis berhadiah dimana setiap jawaban benar akan diberi satu lembar uang tambahan. Pada pertanyaan pertama, meski sempat keliru, Kakak ojol ini tetap mendapatkan apresiasi berupa satu lembar uang tambahan dari Jestham yang menghargai usahanya.
Kesempatan kedua pun tiba. Ketika diberikan pertanyaan kembali, kali ini sang Kakak berhasil menjawab dengan tepat. Jawaban yang benar ini disambut dengan sukacita dan hadiah uang tambahan yang membuatnya mengucap syukur, "Alhamdulillah." Senyum bahagia akhirnya merekah, menggantikan kesedihan yang sebelumnya sempat menggenangi raut wajahnya. Keberhasilannya menjawab pertanyaan ini semakin melengkapi kebahagiaannya di hari yang penuh kejutan tersebut.
Di akhir pertemuan yang menghangatkan hati ini, Jestham memberikan kata-kata penyemangat. "Pokoknya tetap semangat. Semua orang boleh meninggalkan kita, suka duka semuanya. Tapi tetap ingat kita harus berserah sama yang di atas ya," pesannya. Ia juga menitipkan salam untuk kedua anak sang Kakak. Momen ini bukan sekadar tentang bantuan finansial, tetapi lebih tentang pengakuan, empati, dan pengingat bahwa dalam setiap perjuangan, ada harapan dan kebaikan hati yang siap meringankan langkah. Sebuah akhir yang membahagiakan untuk seorang Ibu tangguh yang pantas mendapatkan semua kebaikan di dunia.(*)
Referensi
https://www.youtube.com/watch?v=cRrF1BDBeCw