Edukasi Sungai Dinilai Perlu Masuk Penguatan Pembelajaran, Pelajar Diajak Memahami Kualitas Air
rival al manaf June 21, 2026 03:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pendidikan lingkungan dinilai perlu bergerak lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, salah satunya terkait kondisi sungai dan kualitas air.

Di tengah berbagai tantangan pencemaran lingkungan, penguatan literasi air bagi pelajar menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran sekaligus kemampuan memahami kesehatan ekosistem sungai sejak usia sekolah.

Kepala Sub Divisi Pengusahaan WS Jratunseluna Perum Jasa Tirta I (PJT I), Imam Buchori, mengatakan sekolah memiliki posisi strategis dalam menanamkan kepedulian terhadap sumber daya air.

Baca juga: Suntikan Semangat Bupati Tika di Khitan Ceria Lazismu Kendal Bikin Anak-anak Tak Takut

Baca juga: Kabupaten Batang Berencana Menggaji Tukang Parkir Sesuai UMR

Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mengenal sungai sebagai bagian dari lingkungan sekitar, tetapi juga perlu memahami bagaimana kondisi sungai dapat dipantau dan dijaga.

"Menjaga sungai bukan hanya tugas pengelola sumber daya air, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Melalui Program Sekolah Sahabat Sungai, kami ingin menumbuhkan kepedulian pelajar sejak dini agar mereka tidak hanya mengenal sungai sebagai bagian dari lingkungan sekitar, tetapi juga memahami cara memantau dan menjaga kualitas airnya," ujar Imam dalam rilisnya kepada tribunjateng.com, Minggu (21/6/2026).

Ia menilai peningkatan literasi air menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan pengelolaan sumber daya air yang semakin kompleks.

Selain membutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola, keberlanjutan sungai juga bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan.

"Sekolah memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi lingkungan. Dari sekolah, kesadaran menjaga sungai dapat tumbuh dan berkembang menjadi gerakan bersama yang lebih luas di masyarakat," tambahnya.

Menurut Imam, pendekatan pembelajaran berbasis praktik lapangan dapat membantu siswa memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kondisi lingkungan.

Dengan melihat langsung kondisi sungai, siswa diharapkan mampu mengenali indikator kualitas air sekaligus memahami dampak pencemaran terhadap kehidupan sehari-hari.

Penguatan edukasi sungai juga dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi mendorong kemampuan observasi, analisis, dan pemecahan masalah berbasis lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PJT I bersama Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) menggelar Workshop Program Sekolah Sahabat Sungai tingkat SMA dan Pengenalan Pemantauan Kualitas Air tingkat SMP pada 19-20 Juni 2026 di Semarang. 

Kegiatan bertema "Penguatan Peran JKPKA dalam Pelestarian Sungai melalui Program Sekolah Sahabat Sungai" itu diisi dengan pembekalan pemantauan kualitas air dari aspek fisika, kimia, dan biologi, praktik lapangan di Sungai Tinjomoyo, diskusi kelompok, presentasi hasil pemantauan, serta sosialisasi kerja sama JKPKA dengan sekolah dan kompetisi JKPKA. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.