Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Kebakaran yang melanda sebuah pabrik briket di Dusun Koncang, RT 02/RW 010, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (20/6/2026) malam, menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp30 juta.
Kapolsek Karangpandan AKP Gatot Gondo Hartoyo mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan, meski api sempat membesar dan melahap bangunan produksi, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Namun, bangunan pabrik beserta sejumlah isi di dalamnya mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian bangunan dengan luas 16 meter x 10 meter berupa tiang bambu beserta isinya ditaksir sekitar Rp30 juta,” kata Gatot, Minggu (21/6/2026).
Peristiwa tersebut diduga dipicu kebocoran tabung gas yang digunakan untuk memasak di area produksi briket.
Kapolsek Karangpandan AKP Gatot Gondo Hartoyo mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan, hasil penyelidikan awal mengarah pada kebocoran tabung gas sebagai penyebab kebakaran.
“Penyebab kebakaran pabrik briket itu diduga dari kebocoran tabung gas yang digunakan untuk memasak,” katanya.
Baca juga: Primata Langka Khas Merbabu Boyolali Lolos dari Kepunahan, Masih Ada 37 Ekor Pasca Kebakaran Hebat
Menurutnya, kebakaran diketahui sekitar pukul 23.30 WIB. Api pertama kali terlihat oleh warga yang sedang berada di pos ronda.
“Awal mula ada warga yang sedang berada di pos ronda, kemudian salah satu warga melihat api dari arah makam," jelasnya.
"Setelah mengetahui hal tersebut, para warga menuju lokasi yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pos ronda," imbuhnya lagi.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Pabrik Briket di Karangpandan Karanganyar: Diduga Ada Kebocoran Tabung Gas
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memberikan pertolongan sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
"Sesampainya di lokasi, mereka melihat rumah produksi briket tersebut terbakar dari bagian barat bangunan, sehingga warga memanggil pemadam kebakaran dan meminta bantuan warga sekitar,” pungkasnya.