Tak Cuma Ritual, Warga Prawatan Jamasi Alat Pertanian dengan Air 7 Sumber, Ini Pesan di Baliknya
Delta Lidina June 21, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Ratusan warga Desa Prawatan, Kecamatan Jogonalan, Klaten, mengikuti Umbul Donga Lintas Iman, Jamasan Alat Pertanian, dan Jagongan Refleksi Desa, Jumat (19/6/2026) malam. Tradisi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga sumber air di tengah ancaman musim kemarau.

Suasana Balai Desa Prawatan malam itu dipenuhi warga dari 13 RW. Di halaman balai desa, sejumlah alat pertanian seperti cangkul, sabit, garpu tanah, hingga alat kebencanaan ditata berjajar.

Prosesi jamasan dilakukan menggunakan air yang dikumpulkan dari tujuh sumber mata air yang selama ini menghidupi lahan pertanian warga. Air kemudian disiramkan ke alat-alat pertanian sebagai simbol penghormatan terhadap sumber kehidupan masyarakat desa.

Kepala Desa Prawatan Sabiq Muhammad, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bumi Sangkara Fest 2026 yang mengusung semangat pelestarian lingkungan melalui kebudayaan.

"Agenda malam ini adalah umbul donga lintas iman, jamasan dan jagongan refleksi desa. Ini merupakan rangkaian dari kegiatan Bumi Sangkara Fest tahun 2026 di mana ini salah satu kegiatan yang mengumpulkan semua warga dalam upaya melestarikan lingkungan melalui kegiatan kebudayaan," ujarnya.

Menurut Sabiq, air yang digunakan berasal dari tujuh sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupan petani.

"Air ini berasal dari tujuh sumber air yang digunakan warga desa perawatan, terutama petani untuk mengairi sawahnya," katanya.

Ia menjelaskan, prosesi tersebut tidak hanya sebatas ritual penyiraman alat pertanian. Sebelum kegiatan berlangsung, pemuda desa diajak berkeliling melihat langsung kondisi sumber air dan bendung.

"Sebenarnya tujuan utamanya bukan hanya jamasan mengalirkan air, tapi ada proses di mana muda-mudi dan anak-anak kita ajak untuk keliling desa melihat sendiri selama ini air mana yang digunakan dan bagaimana keadaan perairan saat ini," jelasnya.

Dari pemantauan tersebut, warga menemukan debit sejumlah sumber air mulai menurun. Kondisi itu menjadi perhatian karena BMKG memprediksi adanya fenomena El Nino pada musim kemarau tahun ini.

"Di malam hari ini jamasan merupakan simbol bagaimana kita melestarikan alam, mengenal kembali, dan juga air inilah yang kita gunakan sebagai sumber penghidupan dan komitmen kami warga Desa Prawatan untuk terus menjaga air ini," pungkasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.