Jembatan Permanen Lembongan-Ceningan Bali Rencana Dibangun Tahun Ini, Anggaran Capai Rp132 Miliar
Putu Dewi Adi Damayanthi June 21, 2026 03:37 PM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan di Kecamatan Nusa Penida, Bali, rencananya akan dibangun tahun ini.

Proyek infrastruktur di kawasan kepulauan tersebut diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp132 miliar, dengan dibiayai pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana mengatakan, usulan pembangunan jembatan permanen Lembongan-Ceningan saat ini masih dalam proses melalui aplikasi SiTIA dalam program Instruksi Presiden (Inpres).

“Untuk Jembatan Nusa Lembongan - Nusa Ceningan masih tahap pengusulan lewat aplikasi SiTIA melalui Program Instruksi Presiden yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ujar Jati Laksana, Minggu 21 Juni 2026.

Baca juga: Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan Belum Didukung Infrastruktur Memadai

Jembatan permanen tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 190 meter dengan lebar 9 meter. 

Dengan ukuran tersebut, nantinya jembatan dapat dilalui kendaraan roda empat, berbeda dengan Jembatan Kuning yang saat ini hanya bisa dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

“Mudah-mudahan sesuai rencana dan tidak ada perubahan lagi,” harapnya.

Pembangunan jembatan baru ini juga berkaitan dengan pengembangan kawasan wisata Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.

Desain jembatan disebut telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung keberadaan Pelabuhan Bias Munjul yang telah rampung dibangun pada 2023.

Sementara itu, keberadaan Jembatan Kuning yang selama ini menjadi penghubung dua pulau tersebut nantinya tetap dipertahankan dan direncanakan menjadi ikon wisata kawasan Lembongan-Ceningan.

Sementara Bupati Klungkung, Made Satria mengatakan, selain pembangunan infrastruktur, kawasan Nusa Lembongan juga diarahkan menuju konsep pulau hijau atau green island.

Ke depan, kendaraan di kawasan tersebut ditargetkan beralih menggunakan kendaraan listrik.

“Targetnya nanti Nusa Lembongan semua kendaraan listrik. Tahun 2030 ditargetkan motor listrik, nanti akan dibuatkan Perda. Provinsi juga sedang membuat masterplan,” ungkap Made Satria belum lama ini.

Ia berharap, dengan pembangunan jembatan permanen dan konsep transportasi ramah lingkungan,  konektivitas sekaligus daya tarik wisata Lembongan-Ceningan diharapkan semakin berkembang. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.