Eksotis! Gili Kapal di Lombok Timur NTB, Pulau yang muncul dan tenggelam di Laut
TRIBUNSTYLE.COM - Lombok Timur memiliki sebuah destinasi tersembunyi yang menawarkan pengalaman wisata berbeda dari biasanya.
Tempat tersebut adalah Gili Kapal, sebuah pulau kecil yang sering disebut sebagai Gili Pasir karena memiliki karakteristik alam yang unik dan jarang ditemukan.
Tidak seperti pulau pada umumnya, Gili Kapal hanya akan terlihat ketika kondisi air laut mengalami surut pada pagi hari.
Saat air kembali naik, pulau tersebut akan menghilang dan tertutup oleh jernihnya perairan laut.
Pulau yang tidak dihuni manusia ini hanya berupa hamparan pasir putih bersih tanpa keberadaan tumbuhan maupun pepohonan. Ukurannya pun sangat kecil, dengan luas maksimal hanya sekitar 0,5 hektare.
Karena ukurannya yang terbatas, jumlah wisatawan yang dapat berada di atas pulau tersebut dalam waktu bersamaan juga tidak banyak.
Keunikan kemunculannya yang bergantung pada kondisi air laut membuat Gili Kapal dikenal sebagai pulau tersembunyi. Hal tersebut membuat wisatawan yang berhasil mengunjunginya merasa mendapatkan pengalaman istimewa.
Walaupun memiliki daratan yang kecil, pesona bawah laut di sekitar Gili Kapal menyimpan keindahan yang luar biasa.
Air laut yang sangat jernih berpadu dengan kondisi terumbu karang yang masih alami menjadikan kawasan ini sebagai lokasi menarik untuk melakukan aktivitas snorkeling maupun diving.
Selain dapat menikmati keindahan biota laut, wisatawan juga bisa merasakan suasana tenang saat berada di pulau ini. Pengunjung akan disuguhi panorama laut lepas Selat Alas yang dikelilingi perbukitan hijau serta beberapa gugusan gili eksotis lainnya.
Gili Kapal berada di wilayah Lombok Timur. Perjalanan menuju lokasi ini dapat dimulai dari Kota Mataram dengan melewati jalur utama menuju Kecamatan Sambelia hingga sampai di kawasan Labuhan Pandan.
Akses perjalanan darat menuju lokasi tersebut sudah cukup baik dan dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Setelah tiba di Labuhan Pandan, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor yang disewa dari nelayan setempat.
Menariknya, wisatawan tidak dikenakan tiket masuk untuk menikmati keindahan Gili Kapal. Pengunjung hanya perlu membayar biaya sewa kapal sekitar Rp300.000 untuk perjalanan pulang-pergi dengan kapasitas maksimal 10 orang.
Namun, wisatawan perlu memperhatikan waktu kunjungan karena keberadaan pulau ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Waktu terbaik untuk menyeberang adalah mulai pukul 07.00 WITA.
Jika melewatkan waktu tersebut, wisatawan bisa kehilangan kesempatan untuk melihat langsung pulau unik ini sebelum kembali tenggelam oleh air laut.
(TribunLombok.com/Tribunstyle.com/Naja Taqiyyuddin)