TRIBUN-SULBAR.COM - Pasangan suami istri asal Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan dan Faika Kadriana Ishak membuktikan cinta membuat mereka bisa menggapai cita-cita setinggi langit.
Pasutri yang juga tercatat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi barat itu, akan menjalani wisuda doktoral di Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, pada giat wisuda periode Juni 2026 diselenggarakan 22–23 Juni 2026 bertempat di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Anggaran Terbatas Gubernur SDK Pastikan Sandeq Silumba Sulbar Tahun Ini Ditiadakan
Baca juga: Harga Telur Ayam di Mamuju Kini Rp45 Ribu per Rak
Prosesi wisuda tersebut merupakan bagian dari pelepasan total 2.217 wisudawan, yang tersebar dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Saat wisuda nanti, keduanya akan resmi menyandang gelar akademik Dr. H. Bujaeramy Hassan, SH., M.Si dan Dr. Faika Kadriana Ishak, S.Si., M.Si
Bujaeramy merupakan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, sedangkan istrinya Faika Kadriana Ishak adalah Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat.
Sang suami lulus dengan disertasi 'Kapasitas kebijakan Berbasis Mitigasi Bencana di Sulawesi Barat'
Sementara sang istri, Faika juga mengikuti jejak sang suami, usai lulus dengan disertasi 'Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan di Sulawei Barat: Studi Empiris Terhadap Pengaruh Faktor Ekonomi Regional'
Dalam wawancara kepada Tribun Sulbar, Faika mengatakan dia dan sang suami memutuskan menempuh pendidikan Program Doktoral di Unhas, atas kesadaran bahwa ilmu pengetahuan sangat penting.
Kendati keduanya sadar, bahwa di tengah kesibukan sebagai birokrat Pemprov Sulbar, tentu akan menyita waktu dan tenaga, serta pikiran.
“Kami menempuh Pendidikan bersama. Kami saling menguatkan dan mendukung satu sama lain hingga sampai di titik ini," ujar Faika.
Posisi keduanya sebagai pejabat di pemerintahan, tentu disibukkan berbagai aktivitas, maka menyelesaikan kuliah diakui bukan hal mudah.
Sehingga mereka berdua sering kali berdiskusi terkait materi disertasi disela-sela waktu di rumah.
“Sepulang kerja dari kantor masing-masing, di rumah kami sempatkan berdiskusi terkait masalah-masalah penyusunan disertasi. Bahkan sering kali sampai larut malam kami masih berdiskusi,” tambahnya.
Walau memang Faika tak menampik, rasa lelah itu ada ditambah lagi mereka kerap bolak-balik Mamuju - Makassar untuk menempuh Pendidikan.
Tetapi memang sedari awal ia dan suami sudah membangun komitmen kuat untuk lulus tepat waktu.
"Kami beruntung karena selama menempuh kuliah, dibimbing dosen-dosen ramah. Kami selalu diberikan solusi dan kemudahan setiap persoalan yang dihadapi," katanya lagi.
Satu hal yang pasti keduanya menginginkan wisuda nanti tak hanya sekadar menyandang gelar, tetapi juga ilmu yang mereka peroleh selama kuliah, bisa bermanfaat untuk keluarga dan sahabat.
"Terutama kami ingin buah pikiran kami kelak, akan sangat bermanfaat untuk kemajuan Sulawesi Barat," pungkas Faika. (*)