TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proses pemindahan seluruh layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang masih menghadapi sejumlah kendala.
Dari 110 bus AKAP dan AKDP yang awalnya mangkal di Terminal Cicaheum, baru 80 persen atau sekitar 60 bus yang sudah pindah ke Terminal Leuwipanjang dan sisanya masih tetap melayani penumpang di Terminal Cicaheum.
Koordinator Lapangan Terminal Leuwipanjang, Dedi Suhendar, mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada seluruh perusahaan otobus (PO) agar segera memindahkan operasional ke Terminal Leuwipanjang.
"Secara aturan memang dari tanggal 5 Juni sudah pindah ke sini. Kami juga terus mengundang seluruh PO dan melakukan sosialisasi agar segera masuk ke Terminal Leuwipanjang," ujar Dedi, Minggu (21/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima dari pengelola Terminal Cicaheum, kata dia, belum tuntasnya pemindahan armada bus ini berkaitan dengan tuntutan kompensasi dari para pedagang di kawasan Terminal Cicaheum.
"Informasi yang kami dapat dari Kepala Terminal bahwa masih terkait masalah pedagang yang meminta kompensasi. Itu yang kami terima informasinya," katanya.
Kendati demikian, Dedi memastikan kesiapan Terminal Leuwipanjang untuk menampung seluruh armada yang dipindahkan dari Cicaheum. Saat ini, kesiapan sarana dan prasarana terminal telah mencapai 90 persen.
"Untuk sarana dan prasarana, kami sudah siap secara rekayasa lalu lintas, penempatan armada maupun jadwal. Kesiapan kami sudah sekitar 90 persen," ucap Dedi.
Dia mengatakan, Terminal Leuwipanjang sendiri memiliki kapasitas tampung sekitar 560 bus. Sementara untuk mengantisipasi penumpukan armada, pihaknya akan menerapkan pengaturan jumlah armada yang berada di area terminal.
"Kami atur setiap PO. Ada yang maksimal tiga bus, ada yang satu bus berangkat dan satu bus standby. Jadi kapasitasnya Insya Allah memadai," katanya.
Untuk saat ini kata dia, terdapat sekitar 19 PO yang beroperasi di Terminal Leuwipanjang, sementara di Terminal Cicaheum sebelumnya terdapat sekitar 21 PO.
Terkait pengaturan jadwal keberangkatan, pihak terminal masih melakukan pendataan dan koordinasi dengan masing-masing perusahaan otobus guna menyesuaikan waktu keberangkatan dan kedatangan armada.
"Kalau masalah jadwal, kita juga lagi kelola dulu. Minta informasi dari para pihak PO, keberangkatan dari PO-nya jam berapa, baru kita bisa tentukan," ucap Dedi.
Pihak Terminal Leuwipanjang berharap seluruh proses perpindahan dapat segera tuntas sehingga operasional angkutan antarkota dapat berjalan lebih tertib dan terpusat sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.(*)
Baca juga: Ini Tiga Sosok Bek yang Dianggap Layak Gantikan Federico Barba, Bobotoh Pilih Mana?