Ketukan Pintu di Dusun Oedai: Kala Seragam Cokelat Membawa Secercah Asa
Oby Lewanmeru June 21, 2026 06:42 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti 

POS-KUPANG.COM, BA'A - ​Jumat pagi (19/6/2026), matahari baru saja meninggi di langit Desa Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya. 

Di tengah ketenangan Dusun Oedai yang sederhana, langkah kaki tegap seorang pria berseragam cokelat memecah keheningan.

Ia adalah Bripka Marsel B.W. Henukh, personel Polres Rote Ndao yang datang bukan untuk melakukan penertiban atau patroli hukum, melainkan untuk membawa harapan.

​Di balik gagahnya seragam kepolisian yang ia kenakan, tersimpan hati yang bergetar setiap kali melihat keterbatasan hidup warga di wilayah tugasnya. 

Baca juga: Dinilai Miliki Potensi,Rote Ndao Dilirik Investor China Untuk Pengembangan EBT Berbasis Tenaga Surya


Bagi Bripka Marsel, lencana di dadanya adalah mandat untuk mengabdi, bukan sekadar profesi.

​Menyisih Gaji Demi Senyum Sesama

​Sekitar pukul 09.00 Wita, langkah Bripka Marsel berhenti di kediaman keluarga Arnolus Rani dan Martinus Ndun. 

Hari itu, ia datang dengan tangan penuh, ada beras, paket sembako dan sejumlah uang tunai yang disisihkan langsung dari kantong pribadinya, hasil dari gaji dan remunerasi yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit.

​Bantuan tersebut mungkin tidak bernilai fantastis secara materi di atas kertas. 

Namun, bagi keluarga yang sehari-hari harus bergelut dengan keterbatasan ekonomi, kehadiran Bripka Marsel adalah sebuah kemewahan batin. 

Perhatian yang tulus itu menjelma menjadi suntikan semangat baru untuk terus menyambung hidup.

​"Sebagai anggota Polri, saya percaya bahwa tugas kami bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan," kata Bripka Marsel, Minggu (21/6/2026).

"Apa yang saya berikan mungkin tidak seberapa, tetapi saya berharap bisa sedikit meringankan beban mereka," lanjutnya.

​Aksi nyata Bripka Marsel ternyata tidak berhenti di dalam kantong sembako. Saat melayangkan pandangannya ke sekeliling tempat tinggal Arnolus dan Martinus, hatinya tergerak oleh kondisi hunian yang jauh dari kata layak. 

Dari situlah, sebuah misi besar lahir, membangun rumah yang lebih layak huni untuk mereka.

​Saat ini, impian itu perlahan mulai menampakkan wujudnya. Sebuah fondasi beton telah selesai dikerjakan, tertanam kuat di atas tanah Dusun Oedai sebagai simbol awal dari sebuah harapan baru. 

Walau begitu, perjalanan masih panjang. Kelanjutan pembangunan dinding dan atap kini masih tertahan sembari menunggu ketersediaan material bangunan yang terus diupayakan oleh Bripka Marsel.

​"Puji Tuhan, fondasi rumah sudah selesai dikerjakan. Saat ini kami masih berupaya mencari dukungan dan material bangunan agar pembangunan bisa dilanjutkan sampai selesai. Harapan saya, keluarga ini nantinya dapat tinggal di rumah yang aman, nyaman dan layak," tuturnya penuh harap.

​Melalui aksi konsistennya ini, Bripka Marsel ingin mengetuk hati siapa saja yang memiliki kemampuan lebih untuk menghidupkan kembali roh gotong royong yang perlahan mulai terkikis zaman.

​Menurutnya, kebaikan bukanlah monopoli mereka yang bergelimang harta. Berbagi bisa dimulai dari apa yang ada di tangan saat ini.

​"Kebaikan tidak harus menunggu menjadi orang kaya. Berbagi bisa dimulai dari hal-hal sederhana sesuai kemampuan masing-masing. Jika kita saling peduli, maka akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan kehadiran sesama," tambahnya bijak.

Bripka Marsel membuktikan bahwa seorang polisi mampu bertransformasi menjadi oase di tengah gurun kesulitan masyarakat, menjadi pelindung yang merangkul, pengayom yang mengasihi dan sahabat yang mengulurkan tangan.

​Lebih dari itu, ia mengungkapkan, kelak paket beras dan sembako yang dibawanya mungkin akan habis dalam hitungan hari.

Namun, ketukan pintu di pagi fajar, kehangatan pelukan dan fondasi rumah yang ia bangun akan terus hidup menetap di hati warga sebagai bukti nyata bahwa mereka tidak pernah berjuang sendirian. (rio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.