Sudah Saatnya Pertamina Turunkan Harga BBM Pertamax di Tengah Terpangkasnya Harga Minyak Dunia
Seno Tri Sulistiyono June 21, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) diminta menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsusbidi jenis Pertamax RON 92, seiring telah turunnya harga minyak dunia.

Sejak 10 Juni 2026, harga BBM Pertamax 92 naik menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. 

Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, Pertamax 92 merupakan BBM nonsubsidi yang harganya mengikuti harga minyak dunia.

Baca juga: Harga Pertamax Naik Tak Dibarengi Perbaikan Gaji Pekerja, YLKI: Pengeluaran Masyarakat Makin Bengkak

Sehingga ketika, Indonesian Crude Price (ICP) atau harga patokan rata-rata minyak mentah Indonesia mengalami kenaikan maka wajar jika harga Pertamax naik, berbeda dengan Pertalite yang disubsidi pemerintah.

"Sekarang harga minyak dunia turun, kemudian untuk mendorong konsumsi masyarakat kelas menengah yang menggunakan Pertamax, mestinya juga sudah waktunya diturunkan (harga Pertamax)," kata Faisal saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (21/6/2026).

Ia menjelaskan, ICP saat ini secara year to date atau dihitung dari awal tahun hingga sekarang sudah di bawah 84 dolar AS per barel, yang mana sebelumnay di atas 85 dolar AS per barel.

"Penurunan harga Pertamax itu berpengaruh ke daya beli masyarakat kelas menengah. Jadi sudah semestinya diturunkan untuk mendongkrak daya beli dan harga minyak dunia juga sudah turun," paparnya.

Diketahui, setelah adanya kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran, harga minyak dunia mengalami penurunan.

Minyak mentah Brent berada di kisaran 80,48 dolar AS per barrel dan jenis West Texas Intermediate (WTI) di kisaran level 77,35 dolar AS per barrel. 

Janji Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berjanji bakal menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, di hadapan awak media di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) RI, Rabu (17/6/2026).

Dwi Anggia memastikan harga Pertamax akan turun jika harga minyak dunia turun.

"Apakah (Pertamax) bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM nonsubsidi juga akan turun," kata dia, Rabu.

Lebih lanjut, Dwi Anggia menuturkan, pemerintah membagi regulasi BBM ke dalam dua kategori, yaitu subsidi dan nonsubsidi.

Khusus nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dex Series, pemerintah menetapkan aturan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) 245 Tahun 2022.

Dalam aturan itu, fluktuasi harga di SPBU merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dihindari karena menyesuaikan ongkos produksi.

"Ini mekanismenya memang mengikuti mekanisme harga pasar. Minyak mentah dunia berapa harganya, apakah naik atau turun, nah mau tidak mau BBM nonsubsidi ini harus mengikuti itu, mengikuti sesuai dengan harga keekonomiannya," jelasnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pasar ini harus diterapkan demi menjaga kesehatan keuangan badan usaha.

Sebab, apabila dipaksa menjual di bawah harga modal saat minyak dunia sedang melambung, pasokan BBM di SPBU bisa terancam langka.

"Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM nonsubsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya."

"Kalau tidak, ini akan mempengaruhi keberlanjutan atau keberlangsungan pengadaan energi nasional," tutur Dwi Anggia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.