TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pihak Konservasi Penyu Pangumbahan membantah kasus kecelakaan laut tenggelamnya dua orang wisatawan yang merupakan ayah dan anak itu merupakan pengunjungnya.
Koordinator Konservasi Penyu, Mahardika Zahrankristanto, mengatakan, korban bernama Ahmad Efendi (36) dan Tobi Efendi (12) itu memang tenggelam di kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan, tepatnya di Muara Sungai Pasir Putih, Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026) lalu.
Namun, keduanya ternyata tidak memiliki tiket wisata Konservasi Penyu Pangumbahan.
Menurut Mahardika, berdasarkan keterangan para saksi, korban berjalan kaki sekitar 3 kilo meter dari Pantai Cibuaya.
Awalnya, para petugas mengira korban merupakan warga biasa.
Karema diketahui, jalur masuk menuju Konservasi Penyu Pangumbahan itu satu jalur dengan jalan lingkungan yang biasa dipakai warga lokal yang hendak ke kebun dan beraktivitas.
"Terkait dengan isu korban yang membeli tiket masuk ke kawasan konservasi untuk masuk ke kawasan pasir putih, isu tersebut tidak lah benar, bahwa korban tidak membeli tiket masuk ke kawasan pasir putih," kata Mahardika, Minggu (21/6/2026).
"Karena kenapa, berdasarkan saksi, itu ada petugas kami, kemudian juga dari petugas parkir dari desa yang memang melihat bahwa korban itu berjalan dari jalan besar dari arah pantai Cibuaya menuju ke arah pantai Pasir Putih," jelasnya.
Mahardika mengatakan, para petugas pun tidak menyangka korban akan berjalan sejuah 3 KM dari Pantai Cibuaya menuju Pantai Pasir Putih yang ada di kawasan Konservasi Penyu.
"Bahkan jarak dari pantai Cibuaya sendiri hingga pantai Pasir Putih bisa 3 kilo meter lebih, sehingga tentu dari petugas mengira bahwa korban tersebut adalah warga biasa sini yang berjalan tidak jauh mungkin, setelah itu dia mau ke kebun atau mau kemana, memang jalannya memang jalan umum," ungkap Mahardika.
"Sehingga tentu dari petugas sangat tidak menduga bahwa korban tersebut ingin ke pasir putih dan akan berjalan sejauh 3 kilo meter lebih, membawa anak dan kondisi tidak vit juga, sehingga memang menjadi ketidak tahuan, baik itu dari petugas maupun dari saksi saksi yang lain," ucap Mahardika.
Pihaknya pun tidak menduga peristiwa mengenaskan akan dialami oleh ayah dan anak itu.
Mereka tenggelam saat berenang di kawasan Muara Sungai Pantai Pasir Putih Pangumbahan.
Namun, meskipun tidak membayar tiket masuk ke kawasan Konservasi Penyu.
Pihak Konservasi Penyu memberikan pendampingan kepada keluarga korban dengan memberikan penginapan gratis untuk istri korban selama menunggu proses pencarian korban.
Karena diketahui, saat ini menyisakan satu korban yanh masih dalam pencarian, yakni Tobi Efendi (12), sedangkan ayahnya bernama Ahmad Efendi telah ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) pagi kemarin.
"Memang tidak akan menduga bahwa ada peristiwa yang tragis seperti ini. Iya bahwa kedua korban tersebut tidak membayar tiket konservasi dan memang luput dari pengawasan petugas yang sudah ditugaskan," kata Mahardika.* (M Rizal Jalaludin)
Baca juga: BREAKING NEWS Ayah dan Anak Tenggelam di Pantai Pangumbahan Sukabumi, Sang Ayah Ditemukan Telungkup