Sumber Air di Bangka Selatan Alami Penurunan Debit, DPUPR Jamin Pasokan Air Bersih
Ajie Gusti Prabowo June 21, 2026 07:50 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai mengantisipasi potensi dampak musim kemarau terhadap layanan air bersih di wilayah Toboali. Meskipun ketersediaan air baku masih dinilai aman, sejumlah sumber air telah menunjukkan penurunan debit. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menerapkan strategi pengaturan distribusi air agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, mengatakan, penurunan debit air mulai terpantau pada beberapa sumber air baku yang menyuplai layanan air bersih. Kondisi saat ini belum mengganggu pasokan air secara signifikan kepada masyarakat. 

Pihaknya terus melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung. "Kalau untuk musim kemarau memang kami akui debit air masih aman, namun memang sudah terjadi penurunan," kata Elfan Rulyadi, Sabtu (20/6).

Menurut Elfan Rulyadi, strategi buka-tutup jaringan distribusi yang saat ini diterapkan tidak hanya bertujuan mengatasi kendala teknis distribusi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengelolaan pasokan air saat debit sumber air mulai berkurang. Dengan pengaturan tersebut, air dapat dibagikan lebih merata kepada seluruh pelanggan. Kebijakan itu juga diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Ia menjelaskan, layanan air bersih di Toboali saat ini ditopang oleh tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), yakni SPAM Rindik, SPAM Bahar, dan SPAM Parit 9. Dari ketiga sistem tersebut, SPAM Rindik menjadi penyumbang pasokan air terbesar, disusul SPAM Bahar dan SPAM Parit 9. Keberadaan beberapa sumber pasokan tersebut dinilai menjadi keuntungan dalam menjaga keberlanjutan layanan kepada masyarakat.

"Untuk Toboali sendiri kita mempunyai tiga SPAM yang menaunginya, yaitu SPAM Bahar, SPAM Parit 9, dan SPAM Rindik," urai Elfan Rulyadi.

Adapun seluruh SPAM yang ada saat ini telah terhubung dalam satu jaringan yang saling mendukung. Sistem interkoneksi tersebut memungkinkan distribusi air dialihkan dari satu sumber ke sumber lainnya apabila terjadi penurunan kapasitas pada salah satu lokasi. Dengan demikian, pelayanan kepada pelanggan dapat tetap berjalan meskipun terjadi perubahan kondisi sumber air baku.

Meski debit air mengalami penyusutan, DPUPR Bangka Selatan memastikan pasokan air bersih untuk masyarakat masih berada dalam kondisi yang mencukupi. Pemerintah daerah juga terus mengevaluasi perkembangan debit air pada setiap sumber untuk menentukan langkah-langkah lanjutan apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. 

Hingga saat ini, kondisi pasokan dinilai masih terkendali dan belum memerlukan kebijakan darurat. "Secara di sumber airnya memang sudah agak menurun, tapi Insya Allah masih mencukupi untuk distribusi air kepada pelanggan," ucapnya.

Elfan Rulyadi optimistis layanan air bersih masih dapat terjaga dalam beberapa waktu ke depan. Kendati demikian, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak sebagai bentuk antisipasi bersama menghadapi musim kemarau. 

Selain terus memantau perkembangan debit air di setiap sumber, pemerintah daerah berharap curah hujan dapat kembali meningkat sehingga pasokan air baku bertambah dan memperkuat ketersediaan air bagi pelanggan.

"Insya Allah mungkin satu bulan ke depan mudah-mudahan kita masih aman. Kalau terjadi hujan, tentu pasokan air baku akan kembali bertambah sehingga kondisi distribusi bisa semakin baik," pungkas Elfan Rulyadi. (u1)

Terapkan Sistem Buka Tutup
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan menerapkan sistem buka tutup jaringan distribusi air sebagai langkah penanganan gangguan layanan sekaligus antisipasi menghadapi musim kemarau. Kebijakan tersebut dilakukan setelah distribusi air kepada pelanggan sempat mengalami kendala dalam dua pekan terakhir. Selain mempercepat pemulihan aliran, pengaturan distribusi juga dilakukan karena debit air baku mulai mengalami penurunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bangka Selatan, Elfan Rulyadi, berujar sistem buka tutup menjadi strategi untuk mengatur pendistribusian air kepada masyarakat. Langkah tersebut diperlukan agar pasokan air dapat dibagi secara merata, terutama saat kondisi sumber air mulai mengalami penyusutan menjelang musim kemarau. 

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan karena waktu distribusi air mengalami penyesuaian. "Strategi bagi kami juga untuk melakukan pengaturan pendistribusian air, caranya dengan sistem buka tutup kepada pelanggan," ujar Elfan Rulyadi, Sabtu (20/6).

Elfan menambahkan, mekanisme buka tutup jaringan telah dilakukan selama beberapa hari terakhir dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Sistem tersebut diharapkan mampu menjaga distribusi air tetap berjalan sekaligus menghemat penggunaan sumber air baku saat memasuki musim kemarau. 

Pemerintah daerah memastikan pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas meski menghadapi penurunan debit air. "Karena pipa kita ini banyak sekali, jaringannya banyak sekali untuk mengisi total semuanya, jadi kami dalam tiga hari ini sudah melakukan upaya mekanisme buka tutup," katanya. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.