LUBUK BESAR, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus mendorong peningkatan produksi pertanian hortikultura bawang merah di wilayah Kecamatan Lubuk Besar. Hal itu disampaikan Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman saat melakukan panen bawang merah di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lubuk Besar pada Kamis (18/6).
Algafry Rahman menyebutkan, jumlah ketersediaan bawang merah menjadi salah satu bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi. "Masyarakat di Bangka Tengah, khususnya di Lubuk Besar, sudah mulai semangat menanam bawang merah. Ini harus kita dorong terus supaya mereka lebih giat lagi," kata Algafry Rahman.
Diakuinya, hingga saat ini komoditas bawang merah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap angka inflasi, baik di tingkat regional Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun nasional. Akan tetapi pasokan bawang merah di Bangka Tengah masih sangat bergantung pada pasokan luar daerah, sehingga membuat harganya berada di kisaran Rp45.000 per kilogram.
"Satu-satunya cara memutus rantai ketergantungan adalah dengan memproduksi sendiri. Jika tidak, daerah akan terus-menerus mendatangkan (impor, red) pasokan dari wilayah Jawa seperti Nganjuk atau Brebes," tambahnya.
Dirinya mengakui, jika secara khusus telah menugaskan dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada petani bawang merah. "Untuk itu, tugas teman-teman Dinas Pertanian Bangka Tengah lah untuk mendukung juga. Bagaimana mengarahkan, bagaimana membimbing masyarakat agar terus produktif," pungkasnya. (w4)