TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menyiapkan langkah antisipasi apabila kebutuhan formasi guru yang diajukan belum sepenuhnya terpenuhi oleh pemerintah pusat. Strategi yang dilakukan adalah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan mahasiswa magang di sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan pendidikan tetap berjalan dan peserta didik tidak terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah alternatif apabila jumlah formasi guru yang diberikan belum mampu menutup kebutuhan di lapangan. Pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada penerimaan tenaga baru, tetapi juga mencari solusi lain agar proses belajar mengajar tetap optimal.
Upaya yang dilakukan yakni memanfaatkan program magang mahasiswa dari perguruan tinggi. "Kami juga antisipasi jika memang formasi tidak terpenuhi dari kekurangan tersebut," kata Anshori, Kamis (18/6).
Menurutnya, program magang tersebut sebelumnya telah dilakukan bersama Universitas Terbuka. Melalui program itu, mahasiswa diberikan kesempatan untuk membantu proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang membutuhkan tambahan tenaga pendukung. Skema tersebut menjadi salah satu upaya sementara untuk menjaga layanan pendidikan sambil menunggu kepastian pemenuhan kebutuhan guru.
Adapun kerja sama tersebut difokuskan pada program magang mahasiswa semester lima ke atas, terutama dari program studi kependidikan. Para mahasiswa nantinya akan ditempatkan di sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pengajar. Kehadiran mahasiswa magang diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas proses belajar mengajar.
Program ini sudah mulai dilakukan dan ditargetkan pada awal semester tahun ajaran 2026/2027 mahasiswa magang sudah bisa aktif di sekolah-sekolah. Skema magang dipilih karena dinilai lebih fleksibel di tengah keterbatasan regulasi dan anggaran.
"Pemerintah daerah tidak boleh lagi mengadakan pegawai ataupun merekrut guru selain dari PNS maupun PPPK. Tentu kondisi ini menjadi kesulitan bagi kami," sebutnya. (u1)